Jepang Berpotensi Diguncang Gempa Magnitudo 8 hingga 27 April, Warga Diminta Waspada

Jepang Berpotensi Diguncang Gempa Magnitudo 8 hingga 27 April, Warga Diminta Waspada

Terkini | inews | Selasa, 21 April 2026 - 10:57
share

TOKYO, iNews.id - Jepang mengaktifkan peringatan potensi gempa bumi dahsyat setelah guncangan bermagnitudo 7,4 pada Senin (20/4/2026). Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyatakan, gempa kuat dengan magnitudo di atas 8 berpotensi mengguncang wilayah utara negara itu dalam beberapa hari mendatang.

Menurut JMA, potensi terjadinya gempa besar relatif lebih tinggi dibandingkan dalam kondisi normal (tanpa dipicu gempa besar sebelumnya). Potensi gempa M8 atau lebih memang hanya 1 persen, namun angka itu 10 kali lebih tinggi dibandingkan dalam kondisi normal. 

JMA mendesak penduduk di 182 kota, dari Prefektur Hokkaido hingga Chiba, untuk meningikatkan kewaspadaan dan siap sedia untuk mengungsi kapan saja.

Penduduk juga diminta mengecek rencana kedaruratan, termasuk mengetahui jalur evakuasi dan cara berkomunikasi dengan keluarga. Peringatan gempa dahsyat ini berlaku hingga 27 April pukul 17.00 waktu setempat.

Gempa M7,4 mengguncang lepas pantai Prefektur Iwate pada Senin, melukai sedikitnya enam orang dan merusak puluhan bangunan. Gempa tersebut juga memicu tsunami setinggi 80 cm.

Guncangan gempa begitu kuat sehingga menggoyang gedung-gedung besar di Tokyo, ratusan kilometer dari titik pusat gempa.

Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana (FDMA) menyatakan, hingga Selasa (21/4/2026) pagi enam orang luka, dua di antaranya dalam kondisi serius.

Tidak ada laporan kebakaran atau kerusakan pada fasilitas penting.

Jepang mengeluarkan peringatan gelombang tsunami dengan ketinggian hingga 3 meter, namun peringatan itu dicabut beberapa jam setelah gelombang setinggi 80 cm menghantam pelabuhan Kuji, Iwate.

Jepang merupakan salah satu negara paling aktif secara seismik di dunia, terletak di atas empat lempeng tektonik utama di sepanjang tepi barat Cincin Api Pasifik.

Negara berpenduduk sekitar 125 juta jiwa itu mengalami sekitar 1.500 guncangan gempa setiap tahun, menyumbang sekitar 18 persen dari gempa bumi di dunia. Sebagian besar gempa bersifat ringan, meski kerusakan yang ditimbulkan bervariasi tergantung pada lokasi dan kedalaman di bawah permukaan bumi tempat gempa terjadi.

Topik Menarik