Eksklusif! Rismon Pastikan Ijazah Jokowi Ada Emboss dan Watermark
JAKARTA, iNews.id - Eks Tersangka Tudingan Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar membeberkan kajian terbaru ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang sebelumnya dituding palsu. Kini Rismon memastikan bahwa ijazah Jokowi memiliki emboss dan watermark.
Rismon mengatakan bahwa dirinya tidak memasukkan emboss dan watermark dalam objek kajian ijazah Jokowi sebelumnya. Selain itu, dia juga memasukkan normalisasi resolusi dalam kajian terbarunya tersebut.
"Pertama, mengenai emboss dan watermark tidak dalam objek kajian saya sebelumnya. Kedua, saya tidak memasukkan normalisasi resolusi, itu yang standar. Mengoreksi perputaran rotasi objek, maupun pencahayaan," ujar Rismon dalam acara Rakyat Bersuara bertajuk 'Eksklusif! Rismon-Roy Adu Bukti Ijazah' yang disiarkan di iNews, Selasa (21/4/2026).
Rismon kemudian memaparkan hasil analisis ijazah Jokowi yang pertama kali diunggah politisi PSI Dian Sandi Utama di media sosial.
Dia menjelaskan, pada kajian terbaru ini dia menggunakan metode gradient domain dan reaction diffusion.
"Di sini saya pakai metode gradient domain, kemudian reaction diffusion untuk membangkitkan piksel2 yang kontrasnya rendah, dari Dian Sandi ada watermark," kata dia.
Menurutnya, metode gradient domain dan reaction diffusion digunakan untuk mencari atau mengekstrak data-data dengan kontras rendah.
"Itu ada tulisan 'Gadjah Mada', ini yang belum pernah sebelumnya dan ini kebohongan publik diulang-ulang Roy Suryo padahal dia ga paham," ucapnya.
Dia pun mengkritik Roy Suryo yang selalu menyampaikan kebohongan jika ijazah Jokowi tidak memiliki watermark dan emboss dan disebut ijazah palsu.
"Kan kebohongannya selalu tidak ada terlihat watermark, kalau dilihat kasat mata ya mungkin tidak terlihat, tapi kalau pakai algoritma terekstrak lah tulisan watermark itu. Berikutnya emboss, ini keliatan. Embos terlihat, itu lah metode dalam digital image processing yang kita pakai secara netral tanpa ada bias," tuturnya.










