Jumbo! Potensi Ekonomi Halal Dunia Diproyeksi 9,3 Triliun Dolar AS pada 2030
JAKARTA, iNews.id - Potensi ekonomi halal global diproyeksikan mencapai 9,3 triliun dolar AS pada 2030. Namun, besarnya peluang tersebut dinilai tidak akan berdampak signifikan tanpa konektivitas dan kolaborasi lintas negara yang kuat.
"Potensi tanpa konektivitas hanya akan menjadi angka di atas kertas. Tugas kita adalah menerjemahkan potensi ini menjadi manfaat ekonomi yang nyata," ujar Chairman Forum Bisnis Negara Islam Asia Pasifik (B57+) Arsjad Rasjid dalam acara Halal bi Halal Forum Bisnis Negara Islam Asia Pasifik B57+ di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Ia menyebutkan, ekonomi halal merupakan salah satu pasar paling siap dan potensial di dunia. Bahkan, ekonomi halal global diproyeksikan mencapai hingga 9,3 triliun dolar AS hingga 2030, melampaui batas agama, budaya, dan geografi. Namun, potensi tersebut hanya dapat dimaksimalkan jika didukung kolaborasi yang terorganisir, terpercaya, dan saling terhubung.
Dalam konteks tersebut, Arsjad menilai kehadiran B57+ menjadi langkah strategis untuk menjembatani kerja sama antarnegara anggota Organisasi Kerja Sama Islam serta mitra global lainnya. Inisiatif ini merupakan pengembangan dari Islamic Chamber of Commerce and Development yang bertujuan membangun konektivitas perdagangan, investasi, dan jaringan bisnis secara konkret.
"Tanda plus dalam B57+ mencerminkan inklusivitas, yakni membuka kolaborasi tidak hanya antar 57 negara anggota OKI, tetapi juga dengan negara mitra strategis di seluruh dunia," kata Arsjad.
Ia menambahkan, misi utama B57+ adalah menerjemahkan kekuatan kolektif menjadi kemakmuran bersama melalui peningkatan perdagangan, investasi, serta konektivitas bisnis yang terstruktur. Dalam hal ini, Indonesia didorong mengambil peran sebagai jembatan kepemimpinan kerja sama ekonomi halal di kawasan Asia Pasifik.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa konsep halal kini tidak lagi terbatas pada aspek kepercayaan semata, tetapi telah berkembang menjadi standar global yang mencakup kualitas, integritas, dan gaya hidup. Hal ini tercermin dari pertumbuhan sektor halal di berbagai bidang, mulai dari pariwisata, rantai pasok (supply chain), hingga keuangan syariah.
Viral Anies Baswedan, Didit Prabowo, Mahfud MD dan JK Salat Id Bersama, Ada yang Selfie Bareng!
Meski begitu, ia mengingatkan masih banyak peluang kerja sama yang belum tergarap optimal akibat keterbatasan konektivitas dan kelembagaan. Oleh karena itu, B57+ diharapkan dapat bergerak secara konkret dan terukur dalam membangun mekanisme kepercayaan serta memperkuat jejaring antarnegara.
Arsjad juga menyoroti pentingnya perdamaian sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi. Ia menegaskan bahwa kesejahteraan tidak akan tercapai tanpa stabilitas global. "Tidak ada kemakmuran tanpa perdamaian. Kedamaian lahir dari kepercayaan dan kolaborasi," katanya.
Sebagai langkah awal, B57+ Asia Pacific Regional Chapter telah diluncurkan pada Februari 2026 di Indonesia dan akan memperluas jaringan melalui pembentukan country chapters di berbagai negara, termasuk kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Australia dan Selandia Baru.










