Kesaksian Warga Jogja soal Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Little Aresha

Kesaksian Warga Jogja soal Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Little Aresha

Nasional | inews | Minggu, 26 April 2026 - 21:06
share

YOGYAKARTA, iNews.id – Kondisi rumah penitipan anak (daycare) Little Aresha di Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, kini sepi pasca-penggerebekan. Bangunan tersebut kini resmi ditutup dan dipasangi garis polisi (police line).

Pantauan di lokasi, garis kuning polisi tampak melintang di beberapa titik, mulai dari gerbang depan hingga pintu masuk bagian dalam rumah. Di teras, sejumlah peralatan permainan anak tampak terbengkalai, kontras dengan keceriaan yang seharusnya ada di tempat tersebut. 

Kasus yang viral ini menarik perhatian warga sekitar. Tak sedikit pengendara yang melintas menyempatkan diri untuk mengambil gambar situasi depan lokasi kejadian. 

Lia, salah seorang warga yang tinggal tepat di depan daycare tersebut, mengungkapkan, pengelola Little Aresha dikenal sangat tertutup. 

Menurutnya, selama beroperasi sekitar satu tahun di lokasi tersebut, para pengelola jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. "Pengelola dikenal tertutup dan tidak ramah dengan lingkungan. Kami tidak menyangka ada kejadian seperti itu di dalam," ujar Lia saat ditemui di lokasi, Minggu (26/4/2026). 

Sebelum pindah ke wilayah Sorosutan, daycare ini diketahui sempat beroperasi di wilayah lain di Yogyakarta dengan nama yang sama. 

Dalam perkembangan penyidikan, Polresta Yogyakarta telah bergerak cepat dengan menetapkan 13 orang sebagai tersangka. Mereka dianggap bertanggung jawab atas dugaan kekerasan dan penelantaran anak yang terjadi di dalam daycare

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, mengonfirmasi bahwa ke-13 orang yang ditetapkan sebagai tersangka memiliki peran berbeda dalam operasional daycare maut tersebut.

"Setelah gelar perkara, kami menetapkan 13 orang tersangka. Terdiri atas satu kepala yayasan, satu kepala sekolah, dan 11 orang pengasuh," ujar Kombes Eva Guna Pandia, Sabtu (25/4/2026).

Pihak kepolisian masih mendalami motif di balik tindakan keji tersebut. Sebanyak 30 orang sebelumnya sempat diamankan saat penggerebekan berlangsung.

Fakta mengejutkan diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian. Saat petugas merangsek masuk ke dalam gedung Little Aresha, mereka mendapati pemandangan yang sangat memilukan. Sejumlah anak yang seharusnya mendapatkan perawatan dan kasih sayang justru diperlakukan layaknya tawanan.

"Petugas mendapati anak-anak dalam kondisi terikat. Ada yang kakinya diikat, tangannya diikat, dan sebagainya. Secara umum perlakuan tak manusiawi itu benar adanya," ungkap Kompol Adrian.

Sebelumnya, penyidik Polresta Yogyakarta melakukan penggerebekan di daycare Little Aresha yang berlokasi di Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo. Penyelidikan dimulai setelah adanya laporan masyarakat mengenai kecurigaan aktivitas di dalam tempat penitipan tersebut.

Saat ini, anak-anak yang menjadi korban telah dievakuasi untuk mendapatkan pendampingan trauma healing dan pemeriksaan medis lebih lanjut guna memastikan kondisi fisik serta psikologis mereka.

Pihak kepolisian menegaskan akan mengusut kasus ini hingga tuntas dan menjerat para pelaku dengan undang-undang perlindungan anak yang berlaku.

Topik Menarik