Ade Darmawan Yakin Laporan Ceramah JK Tak Naik Penyidikan: Kejar Pemotong Video!
JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Jenderal Peradi Bersatu, Ade Darmawan menilai, laporan polisi yang dilayangkan GAMKI terhadap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK), tak akan naik ke tingkat penyidikan. Menurutnya, laporan itu tak memenuhi unsur tindak pidana.
Hal itu diungkapkan Ade dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Kisruh, Video Ceramah Dipotong, JK: Saya Difitnah' di iNews, Selasa (28/4/2026). Dalam hukum, kata dia, harus ada dua syarat agar laporan polisi ditindaklanjuti ke tahap penyidikan, yakni objektivitas dan subjektivitas.
"Laporan itu harus ada unsur dua ini tadi. Nah, unsur subjektifnya ini nggak ada, niatnya nggak ada. Kalau unsur objektif, peristiwa pembicaraannya ada, yang dikutip dianggap bersalah ketika memotong. Kan itu intinya. Iya kan? Ketika dipotong ini menjadi persoalan, jadi salah di dalam pemahaman kata-kata tadi," ucap Ade.
Untuk itu, dia menilai, laporan polisi ini tak perlu dilanjutkan. Pasalnya, Ade menilai, akan buang-buang waktu bila laporan ini tetap diteruskan.
"Teman-teman GAMKI kalau misalkan mau melanjutkan, monggo. Saya tidak memiliki kapasitas untuk melarang," katanya.
Ade juga tak masalah bila ada pihak yang ingin melaporkan balik pihak GAMKI. Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari proses hukum. Namun, dia menekankan bahwa pelaporan terkait JK ini bukan jadi ajang "adu kuat".
"Nah, tetapi sekali lagi saya sampaikan malam ini, ini adalah bukan gagah-gagahan yang indah untuk dibicarakan. Ini bukan gagah-gagahan yang indah untuk diperdebatkan," kata Ade.
Ade pun menyayangkan adanya orkestrasi potongan video JK soal "mati syahid" yang menuai polemik. Dia pun mendorong agar pelaku yang mengorkestrasi ini untuk dikejar.
"Inilah kalau saya bilang sontoloyonya orang-orang politik yang selalu membawa agama di sini. Bahwa kemudian ada yang mengorkestrasi dengan potongan video," ucap Ade.
"Saya sepakat kejar! Jangan Bung Ade Armando yang dikejar, tetapi kejar pemotong video! Saya sepakat itu! Ayo kita kejar bersama-sama. Karena ini bukan seksi, bukan gagah-gagahan, nggak keren kok ini untuk menjadi suatu pembahasan. Kenapa? Karena ini sangat sensitif, Pak," katanya.










