Trump Tak Tertarik Lanjutkan Perang Lawan Iran, Pilih Blokade Pelabuhan
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menginstruksikan para penasihat untuk bersiap menerapkan blokade berkepanjangan terhadap Iran. AS memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz, melarang kapal masuk dan keluar pelabuhan.
Surat kabar Wall Street Journal (WSJ), mengutip sumber pejabat AS, melaporkan Trump memandang opsi lain, termasuk melanjutkan operasi militer atau bahkan menarik diri dari konflik, lebih berisiko ketimbang menerapkan blokade.
Wakil Sekretaris Pers Anna Kelly membenarkan laporan tersebut dengan mengatakan, blokade tersebut memberi AS pengaruh maksimal atas otoritas Iran.
Dia menegaskan Trump hanya akan menerima kesepakatan yang menjamin keamanan nasional AS.
Perundingan damai AS-Iran putaran pertama di Pakistan pada 11-12 April tak membuahkan hasil. Dua isu penting yang mengganjal adalah program nuklir dan blokade Selat Hormuz.
Pembicaraan lanjutan pun tak jelas kapan akan digelar. Iran menegaskan tak akan mau berunding selama AS memblokade pelabuhan-pelabuhanya di Selat Hormuz.
Sebagai informasi, konflik memanas setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar serta korban sipil lebih dari 3.300 orang.
Gencatan senjata kemudian mulai berlaku pada 7 April selama dua minggu, sebelum akhirnya diperpanjang oleh Trump sampai batas waktu yang tak disebutkan. Perpanjangan itu dilakukan dengan syarat Iran menyerahkan proposal damai terpadu, meski hingga kini perundingan masih belum menunjukkan titik terang.










