Keluarga Pastikan Kabar Haji Bolot Meninggal Hoaks: Tetangga Ramai Telepon, Kaget!
JAKARTA, iNews.id - Kabar meninggalnya komedian senior Haji Bolot ramai beredar di media sosial dan aplikasi percakapan dalam beberapa waktu terakhir. Informasi yang beredar menyebut pemilik nama asli Muhammad Sulaeman Harsono itu wafat setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat serangan jantung.
Lantas, apakah informasi tersebut benar? Berikut fakta sebenarnya.
Keluarga Haji Bolot membantah tegas kabar yang beredar. Cucu Haji Bolot, Ika, memastikan informasi yang menyebut sang kakek telah meninggal dunia tidak benar alias hoaks.
“Hoaks, ya, kak,” ujar Ika saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat.
Menurut Ika, keluarga cukup terkejut dengan beredarnya kabar tersebut. Dia mengaku menerima banyak telepon dari kerabat maupun tetangga yang ingin memastikan kebenaran informasi itu.
“Iya ini juga keluarga saya, tetangga pada rame teleponin saya,” katanya.
Dia menjelaskan, saat kabar itu beredar dirinya baru saja kembali dari Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, tempat Haji Bolot masih menjalani perawatan. Karena itu, dia mengaku kaget mengetahui isu duka tersebut sudah menyebar luas.
“Saya juga baru pulang dari RS ini, jadi kaget,” ujarnya.
Diketahui, isu wafatnya Haji Bolot pertama kali menyebar melalui pesan berantai yang disertai foto sang pelawak dan ucapan belasungkawa. Namun, dalam pesan tersebut terdapat kejanggalan karena nama yang tertulis adalah “H Bolod”, bukan “H Bolot”.
Adapun kondisi kesehatan komedian berusia 83 tahun itu hingga kini masih dipantau oleh tim medis. Sebelumnya, Haji Bolot sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit setelah mengalami serangan jantung.
Meski masih menjalani perawatan intensif dan menggunakan alat bantu pernapasan, kondisi Haji Bolot dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan yang positif. Dalam video terbaru yang beredar di kalangan media, dia terlihat masih berada dalam penanganan tenaga medis dengan kondisi yang berangsur membaik.
Penjelasan dari pihak keluarga tersebut sekaligus membantah berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat. Publik pun diingatkan untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berkaitan dengan kondisi kesehatan tokoh publik.










