Cerita Striker Irak di Piala Dunia 2026, Hampir Putus Asa usai Ayah Tewas Ditembak saat Perang
BOSTON, iNews.id - Penyerang tim nasional Irak, Aymen Hussein, berhasil membawa negaranya lolos ke Piala Dunia 2026. Di balik pencapaian tersebut, tersimpan kisah pilu tentang kehilangan ayah dan kakaknya akibat perang yang melanda Irak.
Perjalanan menuju panggung sepak bola terbesar dunia itu tidak mudah bagi pemain berusia 30 tahun tersebut.
Saat berusia 12 tahun dan mulai bermain sepak bola secara serius, ayahnya yang merupakan anggota militer Irak tewas ditembak kelompok Al-Qaeda pada 2008. Ketika itu, sang ayah sedang membeli bahan bangunan untuk rumah mereka yang masih dalam proses pembangunan.
“Dia pergi membeli bahan bangunan untuk rumah baru kami yang masih dibangun. Beberapa jam kemudian, kami mendapat telepon yang mengabarkan bahwa ayah kami telah dibunuh dan jenazahnya berada di rumah sakit," kata Hussein seperti dilansir dari Al Jazeera, Minggu (14/6/2026).
Beberapa tahun kemudian, ujian kembali datang. Kakak laki-lakinya yang bergabung dengan militer Irak menghilang diduga diculik kelompok ISIS yang menguasai wilayah mereka. Hingga kini, Hussein tidak pernah lagi mendapat kabar mengenai keberadaan kakaknya.
“Saya memutuskan berhenti bermain sepak bola untuk mengurus keluarga saya, tetapi ibu saya menolak,” ujar Hussein.
Sang ibu justru mendorongnya untuk terus mengejar cita-cita sebagai pesepak bola.
Keputusan tersebut menjadi titik balik kariernya. Pada 2012, Hussein direkrut klub Dohuk dan perlahan menjelma menjadi salah satu striker terbaik Irak. Dia kemudian memperkuat sejumlah klub besar di Liga Irak sebelum berkarier di Qatar.
Meski sukses di lapangan, Hussein mengaku selalu memikirkan ayah dan kakaknya.
Kini, seluruh harapan publik Irak tertuju kepadanya. Irak yang dijuluki Singa Mesopotamia akan tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986 dan tergabung dalam grup berat bersama Prancis, Senegal dan Norwegia.










