Israel Gempur Lebanon Bikin Iran Murka, Trump: Seharusnya Tak Terjadi
DUBAI, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan serangan Israel ke Beirut, Lebanon, Minggu (14/6/2026), seharusnya tidak terjadi. Serangan tersebut memicu protes keras dari Iran yang berupaya memasukkan Lebanon bagian daei keapakatan damai.
Serangan brutal Israel ke Beirut itu berlangsung saat AS dan Iran dijadwalkan menandatangani perjanjian damai pada Minggu.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan di media sosial X, serangan itu menunjukkan bahwa AS tidak memiliki kemauan untuk melaksanakan komitmennya atau tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya.
“Jika Anda tidak memiliki kemauan atau kemampuan untuk memenuhi komitmen Anda, maka tidak ada gunanya membicarakan kelanjutan jalan ini,” kata pria yang memimpin delegasi Iran dalam perundingan damai dengan AS, dikutip Senin (15/6/2026).
Sementara itu dalam komentarnya di akun Truth Social pasca-serangan Israel ke Lebanon, Trump mengeklaim tak akan memengaruhi rencana penandatanganan kesepakatan pada Minggu. Dia menegaskan kesepakatan damai masih di depan mata.
Trump pun mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk tidak menggagalkan rencana perdamaian yang bersejarah tersebut.
“Kita sangat dekat dengan kesepakatan yang akan membawa perdamaian ke kawasan ini, termasuk ke Lebanon, dan semua pihak harus menghentikan konflik,” kata Trump.
“Serangan pagi ini di Beirut seharusnya tidak terjadi, terutama pada hari yang istimewa,” tambahnya, mungkin merujuk pada harapannya untuk penandatanganan kesepakatan damai pada Minggu yang juga bertepatan dengan hari ulang tahunnya ke-80.
Namun pejabat militer Iran Brigadir Jenderal Mohammad Jafar Asadi menegaskan, serangan Israel terbaru ke Beirut tidak akan dibiarkan begitu saja.
Sementara itu, militer Israel mengatakan siap menghadapi kemungkinan serangan pembalasan Iran ke wilayahnya dalam beberapa jam mendatang.










