Detik-Detik Pasukan Elite Inggris Serbu Kapal Tanker Diduga Armada Bayangan Rusia

Detik-Detik Pasukan Elite Inggris Serbu Kapal Tanker Diduga Armada Bayangan Rusia

Terkini | inews | Senin, 15 Juni 2026 - 10:54
share

LONDON, iNews.id – Pasukan elite Kerajaan Inggris menggelar operasi penyergapan terhadap sebuah kapal tanker minyak yang diduga menjadi bagian dari armada bayangan Rusia di Selat Inggris. Operasi yang berlangsung selama enam jam pada dini hari itu melibatkan Marinir Kerajaan Inggris, petugas penegak hukum khusus, helikopter angkut Chinook, serta fregat HMS Sutherland.

Operasi penyergapan tersebut terekam dalam video yang dirilis otoritas Inggris. Rekaman itu memperlihatkan personel Marinir Kerajaan diterjunkan untuk menaiki kapal tanker di tengah laut sebagai bagian dari proses pengamanan kapal yang menjadi target operasi.

Kementerian Pertahanan Inggris mengungkapkan bahwa kapal tanker bernama SMYRTOS berhasil dinaiki dan diamankan dalam operasi tersebut.

Aksi itu merupakan bagian dari langkah Inggris untuk menindak kapal-kapal yang diduga digunakan Rusia guna menghindari sanksi internasional yang diberlakukan terkait perang di Ukraina.

Setelah diamankan, kapal tanker tersebut akan dipindahkan ke lokasi tambat di lepas pantai selatan Inggris untuk menjalani pemeriksaan dan pemantauan lebih lanjut. Pemerintah Inggris menilai operasi ini sebagai langkah strategis untuk mengganggu jalur logistik dan sumber pendanaan yang diduga menopang aktivitas militer Rusia.

Penyergapan itu juga dilakukan melalui koordinasi erat dengan Prancis. London menegaskan upaya pemberantasan armada bayangan Rusia merupakan bagian dari strategi bersama negara-negara Eropa untuk memperkuat keamanan kawasan sekaligus membatasi kemampuan Moskow dalam melanjutkan perang di Ukraina.

Sejak konflik Rusia-Ukraina pecah pada 2022, Inggris telah menjatuhkan sanksi terhadap ratusan kapal yang diduga tergabung dalam armada bayangan Rusia. Kapal-kapal tersebut umumnya berupa tanker tua dengan struktur kepemilikan yang tidak transparan dan ditengarai digunakan untuk menghindari embargo minyak yang diberlakukan negara-negara Barat.

Topik Menarik