Terungkap! Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Ikut Susun Kesepakatan Damai dengan AS

Terungkap! Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Ikut Susun Kesepakatan Damai dengan AS

Terkini | inews | Rabu, 17 Juni 2026 - 06:55
share

TEHERAN, iNews.id - Peran Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dalam proses penyusunan nota kesepahaman (MoU) damai dengan Amerika Serikat (AS) akhirnya terungkap. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut, Mojtaba berkontribusi besar dalam memasukkan berbagai klausul penting guna melindungi kepentingan nasional Iran dalam dokumen tersebut.

Menurut Pezeshkian, bimbingan Mojtaba Khamenei menjadi faktor utama yang memastikan MoU damai dengan AS tetap mengedepankan kepentingan Iran. Dia bahkan menyampaikan apresiasi khusus atas keterlibatan pemimpin tertinggi tersebut dalam proses perundingan.

"Bimbingan Pemimpin Tertinggi yang terhormat memainkan peran terbesar dalam memasukkan klausul untuk melindungi kepentingan nasional Iran, dan kita berterima kasih kepadanya atas hal itu," tulis Pezeshkian dalam unggahan di media sosial X, dikutip Rabu (17/6/2026).

Pernyataan itu disampaikan di tengah persiapan Iran dan AS untuk menandatangani MoU damai pada Jumat (19/6/2026). Dokumen tersebut dipandang sebagai langkah penting menuju berakhirnya perang antara kedua negara, meski belum menjadi kesepakatan final yang menyelesaikan seluruh sengketa.

Pezeshkian menegaskan, Pemerintah Iran telah mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan setelah penandatanganan MoU. Menurut dia, kesepakatan yang ada saat ini baru menjadi awal dari proses yang lebih panjang.

"Apa yang telah disepakati merupakan langkah penting menuju penghentian perang dan dimulainya negosiasi, dan kesepakatan akhir masih belum terwujud. Republik Islam Iran telah mempersiapkan diri untuk semua opsi," katanya.

Dia juga memastikan pemerintah Iran akan tetap melayani rakyat, baik tercapai maupun tidak tercapai kesepakatan akhir dengan AS.

Iran dan AS masih akan melanjutkan perundingan selama 60 hari setelah penandatanganan MoU. Negosiasi lanjutan itu akan membahas berbagai isu krusial, termasuk program nuklir Iran, rudal, serta persoalan lain yang selama ini menjadi sumber ketegangan kedua negara.

Topik Menarik