Blak-blakan, Trump Sebut Netanyahu Keberatan AS Berdamai dengan Iran

Blak-blakan, Trump Sebut Netanyahu Keberatan AS Berdamai dengan Iran

Terkini | inews | Rabu, 17 Juni 2026 - 07:14
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu keberatan terhadap upaya perdamaian yang sedang dibangun antara Washington dan Teheran. Trump bahkan menyebut kesepakatan damai awal dengan Iran berhasil dicapai meskipun mendapat penolakan dari Netanyahu.

Menurut Trump, keberatan Netanyahu tidak menghalangi AS untuk melanjutkan diplomasi dengan Iran. Dia menegaskan proses perdamaian tetap berjalan dan akan dilanjutkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam waktu dekat.

Trump mengungkapkan hal tersebut saat mengecam serangan militer Israel ke Lebanon yang terjadi ketika gencatan senjata masih berlaku. Dia menilai tindakan Israel berpotensi mengganggu proses perdamaian yang sedang dirintis antara AS dan Iran.

“Dia (Netanyahu) orang yang sangat sulit,” kata Trump dalam wawancara dengan surat kabar The New York Times (NYT), dikutip Selasa (16/6/2026).

“Jujur saja, dia seharusnya sangat berterima kasih kepada kita karena melakukan ini," ujarnya.

Menurut Trump, Netanyahu seharusnya berterima kasih kepada AS atas upaya yang dilakukan untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran. Dia juga menegaskan bahwa serangan Israel ke Lebanon seharusnya tidak terjadi karena dapat memperkeruh situasi kawasan.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut setelah Israel membombardir Ibu Kota Beirut, Lebanon, pada Minggu pagi. Serangan itu menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 15 lainnya meski gencatan senjata masih berlaku.

Dalam wawancara yang sama, Trump juga memperingatkan bahaya program nuklir Iran. Dia mengatakan Israel tidak akan mampu bertahan selama 24 jam jika Teheran memiliki senjata nuklir.

Kesepakatan damai awal antara AS dan Iran akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang dijadwalkan ditandatangani pada 19 Juni 2026 di Jenewa, Swiss. Namun beberapa isu penting, termasuk program nuklir Iran, belum dimasukkan dalam MoU dan akan dibahas dalam perundingan lanjutan.

AS dan Iran dijadwalkan melanjutkan negosiasi mengenai program rudal dan nuklir selama 60 hari setelah penandatanganan MoU. Trump menegaskan tidak akan ragu memerintahkan dimulainya kembali operasi militer terhadap Iran apabila negara itu menolak mencapai kesepakatan nuklir dengan Washington.

Selain itu, Trump menyebut AS sebagai "penjaga Timur Tengah" dan mengatakan Washington berhak memperoleh imbalan berupa 20 persen dari pendapatan kawasan tersebut.

Topik Menarik