Anak Zidane Dihancurkan Lionel Messi di Piala Dunia 2026, Topeng Wajah Jadi Sorotan
KANSAS CITY, iNews.id – Luca Zidane mencatat sejarah di Piala Dunia saat menjalani debut bersama Aljazair. Namun malam bersejarah itu berubah pahit usai Lionel Messi memimpin Argentina menang telak 3-0 atas Aljazair di Kansas City, Kamis (17/6/2026) pagi WIB.
Penjaga gawang berusia 28 tahun itu mengikuti jejak sang ayah, Zinedine Zidane, dengan tampil di panggung Piala Dunia. Namun debut turnamennya diwarnai tiga gol Messi yang memastikan kemenangan meyakinkan Argentina.
Hattrick Messi pada laga tersebut membuat peraih delapan Ballon d’Or itu menyamai rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Catatan itu menegaskan pengaruh besar Messi di laga krusial.
Jejak Keluarga Zidane dan Rekor Messi
Terlepas dari hasil akhir, laga ini tetap bersejarah bagi Luca Zidane. Dia menjadi bagian dari duet ayah-anak ke-27 yang tampil di Piala Dunia. Sang ayah sebelumnya membela Prancis pada edisi 1998, 2002, dan 2006, termasuk membawa negaranya juara di kandang sendiri pada 1998 serta mencapai final pada 2006.
Final 2006 menjadi laga terakhir Zinedine Zidane sebelum pensiun. Pertandingan tersebut juga dikenang karena kartu merah kontroversial usai insiden sundulan ke Marco Materazzi saat Prancis kalah dari Italia.
Menariknya, Luca Zidane dan ayahnya termasuk pasangan langka yang tampil di Piala Dunia untuk negara berbeda. Mereka hanya pasangan kedua yang mencatatkan hal tersebut, menyusul Mazinho dan Thiago Alcantara, yang masing-masing membela Brasil dan Spanyol.
Turnamen kali ini juga mencatat sejarah lain lewat kehadiran duet ibu-anak. Tyler Bindon mengikuti jejak sang ibu, Jenny Bindon, yang tampil di Piala Dunia Wanita 2007 dan 2011 bersama Selandia Baru.
Alasan Bela Aljazair dan Topeng Pelindung
Luca Zidane memilih membela Aljazair setelah mengganti afiliasi internasional. Dia lahir di Marseille dan sempat memperkuat Prancis hingga level U-20. Kelayakan membela Aljazair datang dari kakek-nenek pihak ayah, sementara opsi membela Spanyol terbuka melalui ibunya.
Penampilannya melawan Argentina menjadi caps kedelapan bersama Aljazair. Sebaliknya, Zinedine Zidane menutup karier internasional dengan 31 gol dari 108 penampilan bersama Prancis, meski memiliki kelayakan membela negara Afrika tersebut.
Di level klub, Luca Zidane bergabung dengan Granada pada 2024 setelah membela Rayo Vallecano dan Eibar. Dia mengawali karier profesional di Real Madrid dan menjalani debut LaLiga pada 2018 di bawah arahan sang ayah.
Pada laga kontra Argentina, dia bermain penuh 90 menit dengan topeng pelindung. Perlengkapan itu digunakan setelah dia mengalami cedera wajah serius saat menghadapi Almeria pada April. Cedera tersebut mencakup patah rahang, cedera dagu, serta gegar otak parah yang memerlukan operasi dan mengakhiri musim domestiknya lebih cepat.









