Trump: Kami Bisa Tembak Iran Lagi!

Trump: Kami Bisa Tembak Iran Lagi!

Terkini | inews | Kamis, 18 Juni 2026 - 03:02
share

PARIS, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan negaranya bisa menyerang Iran kembali suatu saat. Perjanjian damai yang akan ditandatangani pada Jumat (19/6/2026) bukan akhir dari konflik.

Menurut Trump, dia masih bisa memerintahkan perang melawan Iran jika belum puas dengan pemberlakuan poin nota kesepahaman (MoU) yang akan diteken di Jenewa, Swiss, Jumat mendatang.

"Ini adalah nota kesepahaman. Dan jika saya tidak menyukainya, kita akan kembali menembak mereka, menjatuhkan bom tepat di kepala mereka," kata Trump, saat saat KTT G7 di Prancis, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/6/2026).

"Jika saya tidak menyukainya, jika mereka tidak berperilaku baik, kita akan kembali menjatuhkan bom tepat di kepala mereka, oke?" katanya, menambahkan.

MoU tersebut memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari lagi guna memberi peluang bagi kedua negara menegosiasikan penghentian perang secara permanen. Nskah MoU telah disetujui AS dan Iran pada Senin lalu namun belum disahkan.

Gencatan senjata AS-Iran pertama kali berlaku pada 7 April waktu AS atau 8 April waktu Iran.

Sementara itu para pemimpin negara G7 menyambut baik tercapainya kesepakatan tersebut sebagaimana disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Kota Evian-les-Bains, Prancis.

Mereka juga mendesak gencatan senjata segera di Lebanon, sesuai dengan isi MoU yang menyerukan penghentian permusuhan antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon.

Pertempuran di Lebanon telah mereda namun tidak berhenti sepenuhnya sejak dicapainya kesepakatan gencatan senjata pada April. Sementara itu Israel menegaskan bukan bagian dari kesepakatan gencatan senjata AS-Iran, sehingga mereka tidak akan menghentikan serangan ke Lebanon.

Media pemerintah Lebanon melaporkan, Israel melancarkan serangan udara serta menembakkan artileri ke beberapa kota di Lebanon Selatan sepanjang Rabu (17/6/2026).

Sumber pejabat keamanan Lebanon mengatakan, kelompok Hizbullah juga melancarkan dua serangan drone terhadap pasukan Israel.

Di Kota Nabatieh, di bawah kastil abad pertengahan yang direbut oleh pasukan Zionis, bangunan-bangunan telah hancur menjadi reruntuhan yang menyerupai Jalur Gaza.

Topik Menarik