Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun

Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun

Terkini | inews | Kamis, 18 Juni 2026 - 02:16
share

JAKARTA, iNews.id - Nama restoran cepat saji Pizza Hut pernah menjadi simbol merek pizza di berbagai negara. Namun, setelah puluhan tahun menjadi salah satu pemain utama di industri makanan cepat saji, perusahaan tersebut kini menghadapi kenyataan berbeda.

Induk usaha Pizza Hut, Yum! Brands, memutuskan melepas bisnis tersebut melalui transaksi senilai 2,7 miliar dolar AS atau setara Rp47,8 triliun.

Melansir BBC, langkah ini menandai perubahan besar bagi merek yang telah berdiri sejak 1958 tersebut. Namun, keputusan divestasi tidak muncul secara tiba-tiba. 

Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, Pizza Hut menghadapi tantangan berat, terutama di pasar Amerika Serikat (AS) yang menjadi kontributor terbesar pendapatan internasional perusahaan. Penjualan di sejumlah gerai mengalami perlambatan. Kondisi itu terjadi ketika persaingan di industri pizza semakin sengit.

Jaringan restoran seperti Domino's, Papa John's, dan Little Caesars berhasil menarik perhatian konsumen lewat berbagai strategi promosi. Di tengah tekanan biaya hidup yang masih tinggi, harga menjadi faktor utama yang dipertimbangkan pelanggan saat membeli makanan.

Tak hanya bersaing dengan merek besar, Pizza Hut juga menghadapi tekanan dari restoran regional yang lebih cepat mengikuti perubahan tren pasar. Pelaku usaha yang lebih kecil tersebut dinilai lebih fleksibel dalam menyesuaikan model bisnis dan kebutuhan pelanggan.

Perubahan pola konsumsi masyarakat turut memberikan dampak besar. Kehadiran berbagai platform pemesanan makanan membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan dibandingkan sebelumnya.

Situasi tersebut membuat posisi Pizza Hut yang selama bertahun-tahun mendominasi pasar tidak lagi sekuat dahulu.

Yum! Brands sebelumnya mengumumkan tengah mempertimbangkan berbagai opsi strategis untuk Pizza Hut pada akhir 2025. Kini, perusahaan akhirnya memutuskan untuk memisahkan bisnis tersebut dari portofolionya.

Dalam transaksi yang telah disepakati, LongRange Capital akan mengambil alih operasional Pizza Hut di berbagai negara di luar China daratan dengan nilai 1,5 miliar dolar AS. Sementara bisnis Pizza Hut di China akan berpindah ke Yum China Holdings melalui transaksi senilai 1,2 miliar dolar AS.

CEO Yum! Brands, Chris Turner menilai, kepemilikan baru dapat membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar bagi Pizza Hut pada masa mendatang.

“Di bawah kepemilikan LongRange dan Yum China, Pizza Hut akan berada dalam posisi yang baik untuk bertumbuh di masa depan karena didukung pemilik yang memiliki keahlian mendalam di industri restoran,” ucap CEO Yum! Brands, Chris Turner dalam keterangannya dikutip, Rabu (17/6/2026).

Pizza Hut lahir di Wichita, Kansas, AS, berkat ide dua bersaudara yang membuka restoran pizza sederhana pada 1958. Bisnis tersebut berkembang pesat hingga akhirnya diakuisisi PepsiCo pada 1977.

Dua dekade kemudian, Pizza Hut menjadi bagian dari Yum! Brands bersama sejumlah merek restoran cepat saji lainnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Turner menegaskan Pizza Hut tetap memiliki tempat penting dalam sejarah perusahaan.

“Pizza Hut adalah salah satu merek restoran paling ikonik di dunia, dan kami bangga atas peran penting yang telah dimainkannya dalam sejarah Yum!,” kata dia.

Yum! Brands memprediksi proses transaksi dengan LongRange Capital dan Yum China Holdings akan selesai pada kuartal III 2026 setelah seluruh persyaratan regulasi terpenuhi.

Topik Menarik