Pemprov Jakarta Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Pramono Jamin Bebas Ordal
JAKARTA, iNews.id - Gubernur Jakarta Pramono Anung memastikan proses rekrutmen program padat karya yang dibuka Pemerintah Provinsi Jakarta akan berlangsung transparan dan bebas dari praktik nepotisme maupun keterlibatan orang dalam (ordal). Sistem penerimaan tenaga kerja pada program tersebut dirancang secara terbuka sehingga masyarakat dapat ikut mengawasi jalannya proses seleksi.
"Kalau ini karena semua sistemnya sangat terbuka, nggak mungkin ordal. Karena sistemnya terbuka dan orang bisa melihat, mengontrol untuk itu. Nggak ada interaksi sama sekali," ujar Pramono dalam keterangan Pemprov Jakarta, dikutip Sabtu (20/6/2026).
Pemprov Jakarta telah menyiapkan 2.843 lowongan kerja di sektor padat karya sebagai salah satu upaya memperkuat bantalan sosial bagi warga. Pramono mengaku telah menginstruksikan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera membuka proses rekrutmen agar masyarakat dapat segera memperoleh pekerjaan dan daya beli tetap terjaga.
"Nanti beberapa dinas saya sudah minta untuk segera dibuka. Dalam minggu-minggu depan ini harus sudah ada. Karena memang kebutuhan untuk membuat bantalan sosial lebih baik itu diperlukan," katanya.
Program tersebut menawarkan persyaratan yang relatif mudah. Pramono menegaskan, calon pelamar hanya diwajibkan memiliki KTP Jakarta dan tidak perlu melampirkan ijazah pendidikan.
"Yang paling penting adalah syaratnya KTP Jakarta, tidak ditanya mengenai ijazah, dan yang paling lebih penting lagi adalah mereka segera bisa bekerja," kata Pramono.
Melalui program padat karya itu, Pemprov Jakarta berharap masyarakat yang belum memiliki pekerjaan dapat segera terserap ke dunia kerja dan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Para pekerja yang diterima nantinya akan memperoleh upah setara Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta.
"Karena memang yang dibutuhkan sekarang supaya orang yang tidak mempunyai pekerjaan, sebagian kan sudah di PJLP, mereka akan mempunyai pekerjaan UMP di Jakarta," ujarnya.










