ASN Bangkalan Diduga Tewas 2-3 Hari Sebelum Ditemukan di Bandara Juanda
SIDOARJO, iNews.id – Hasil autopsi sementara mengungkap aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan berinisial RYS diduga telah meninggal dunia dua hingga tiga hari sebelum jasadnya ditemukan. Lokasi korban ditemukan di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo.
Penemuan tersebut diperoleh tim forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong setelah melakukan autopsi terhadap jenazah korban pada Rabu (24/6/2026) malam. Selain memperkirakan waktu kematian, tim forensik juga menemukan sejumlah tanda pada tubuh korban yang masih memerlukan pemeriksaan lanjutan.
Korban sebelumnya ditemukan dalam kondisi membusuk di dalam mobil dinas berpelat Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang terparkir di kawasan bandara. Penemuan tersebut sempat menggegerkan warga dan pengunjung Bandara Juanda.
Dalam pemeriksaan luar, tim forensik menemukan luka robek di bagian belakang telinga kiri yang diduga akibat benturan benda tumpul.
GKSR Minta Revisi UU Pemilu Libatkan Partai Non-Parlemen dan Hapus Parliamentary Threshold
Selain itu, ditemukan pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata serta perubahan warna kebiruan pada selaput lendir bibir atas dan bawah korban.
Ketua Tim Humas RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini mengatakan bahwa penemuan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian korban.
“Ditemukan luka robek pada cuping telinga kiri telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul,” ujar AKBP Ni Made Wiatini.
Tim forensik juga membantah dugaan yang sempat beredar bahwa korban sedang hamil saat meninggal dunia. Menurut hasil pemeriksaan, kondisi perut yang membesar disebabkan proses pembusukan dan pembengkakan jenazah.
"Terkait perut yang membesar setelah dilakukan pemeriksaan dalam, ternyata korban tidak hamil. Selanjutnya sampel sudah kita ambil nanti kita kirimkan ke Lab Forensik Polda Jatim," ucapnya.
Meski terdapat luka akibat benda tumpul, pihak forensik belum dapat memastikan apakah kematian korban tergolong tidak wajar. Kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan organ dalam tubuh korban yang saat ini sedang dianalisis di Laboratorium Forensik Polda Jatim.
Sementara itu, Satreskrim Polresta Sidoarjo terus melanjutkan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu hasil laboratorium forensik. Polisi berharap hasil pemeriksaan tersebut dapat mengungkap penyebab pasti kematian ASN Pemkab Bangkalan yang hingga kini masih menjadi misteri.









