Ganas! 3.500 Orang Meninggal di Belanda Selama Puncak Gelombang Panas

Ganas! 3.500 Orang Meninggal di Belanda Selama Puncak Gelombang Panas

Terkini | inews | Jum'at, 3 Juli 2026 - 03:00
share

AMSTERDAM, iNews.id - Belanda mencatat lonjakan angka kemantian selama puncak gelombang panas yang menerjang Eropa pada pekan lalu. Data resmi mengungkap, 480 kematian lebih banyak selama periode puncak gelombang panas, dibandingkan kondisi normal.

Dikutip dari NOS, Berdasarkan perkiraan awal Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Belanda, sekitar 3.530 orang meninggal selama periode tersebut, dibandingkan sekitar 3.050 sebagaimana perkiraan awal.

Sebagian besar dari 480 korban meninggal berusia 80 tahun ke atas.

Jumlah kematian tertinggi dilaporkan berada di wilayah timur dan selatan yang paling menderita karena suhu lebih tinggi.

Namun institut menyebutkan, angka tersebut belum final, karena kematian terkadang baru didaftarkan beberapa pekan setelah orang meninggal.

Disebutkan pula, kelompok lanjut usia (lansia) dan orang dengan penyakit kronis lebih rentan selama cuaca panas ekstrem.

Kondisi serupa terjadi di Prancis. Badan Kesehatan Masyarakat Prancis memperkirakan gelombang panas telah merenggut 1.000 nyawa lebih. Suhu panas di Prancis pada pekan lalu memecahkan rekor tertinggi, memicu lonjakan kasus heatstroke di kalangan penduduk rentan.

Kasus kematian melonjak tajam selama puncak gelombang panas, yakni lebih dari 1.200 orang meninggal pada 24 Juni saja. Dua hari setelahnya, jumlah orang yang meninggal bertambah masing-masing 200 orang, sehingga menjadi 1.400 kematian per hari. 

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan rata-rata harian sebelum suhu ekstrem menerjang, yakni 900 hingga 1.000 kematian. Artinya, dalam sehari ada penambahan 300 hingga 400 orang meninggal. Dari situ diketahui, setidaknya ada 1.000 korban meninggal tambahan selama periode 3 hari tersebut.

Badan kesehatan memperingatkan, angka tersebut kemungkinan meningkat seiring masuknya lebih banyak data, terutama dari kasus kematian di rumah, bukan fasilitas kesehatan. Sekitar 85 persen dari korban berusia 65 tahun atau lebih.

Topik Menarik