Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Ciptaan Bupati Purwakarta Viral, Atalia: Merendahkan Perempuan!

Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Ciptaan Bupati Purwakarta Viral, Atalia: Merendahkan Perempuan!

Terkini | inews | Jum'at, 3 Juli 2026 - 17:34
share

JAKARTA, iNews.id – Polemik lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat ciptaan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein alias Om Zein semakin memanas. Kali ini, kritik keras datang dari Anggota Komisi VIII DPR Atalia Praratya yang menilai lirik lagu tersebut mengandung unsur penghinaan terhadap perempuan.

Atalia Praratya mengaku geram setelah mendengar isi lagu yang belakangan menjadi sorotan publik. Menurut dia, kebebasan berkarya tetap harus dibarengi dengan tanggung jawab moral, terlebih ketika karya tersebut lahir dari seorang kepala daerah.

"Saya menghormati kebebasan berkarya. Namun budaya Sunda dibangun dengan nilai silih asih, silih asah, silih asuh, yang mengajarkan penghormatan kepada sesama manusia," ujar Atalia saat dihubungi iNews.id, Jumat (3/7/2026).

Politikus Partai Golkar itu menegaskan, sebagai seorang perempuan dia merasa lirik lagu tersebut telah melecehkan dan merendahkan kaum wanita.

"Karena itu saya sangat marah dan kecewa ketika mendengar lirik lagu ini. Sebagai seorang perempuan, lagu ini mengandung unsur penghinaan dan dengan nyata merendahkan kaum perempuan," katanya.

Menurut Atalia, persoalan tersebut menjadi lebih serius karena pencipta lagu merupakan seorang bupati yang memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat.

Dia khawatir pesan dalam lagu tersebut dapat membentuk cara pandang publik terhadap perempuan apabila terus diperdengarkan tanpa kritik.

"Ini yang saya khawatirkan. Ketika narasi seperti ini datang dari seorang pemimpin, masyarakat bisa menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar, boleh ditiru, bahkan dianggap bagian dari budaya," ujarnya.

Atalia mengingatkan, Indonesia saat ini sedang berupaya menghapus praktik diskriminasi dan budaya patriarki yang selama ini merugikan perempuan.

"Padahal, kita mati-matian menghapus budaya patriarki, menghilangkan berbagai stereotip yang merendahkan perempuan," tuturnya.

Kontroversi lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat sebelumnya telah memicu gelombang kritik dari warganet, aktivis perempuan, anggota DPR, hingga lembaga bantuan hukum. Persoalan itu bahkan telah bergulir ke ranah hukum setelah Lembaga Jabar Bantuan Hukum (JBH) melayangkan somasi terbuka kepada Om Zein.

Menanggapi polemik tersebut, Om Zein telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Dia menjelaskan lagu itu merupakan refleksi perjalanan hidup pribadinya yang ditulis dalam bentuk puisi pada 2020, jauh sebelum menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Meski telah meminta maaf, Om Zein hingga kini belum memutuskan untuk menghapus lagu tersebut dari berbagai platform digital. Sikap itu membuat polemik terkait lagu tersebut masih terus bergulir di ruang publik.

Topik Menarik