Kalahkan Australia di Piala Dunia, Pelatih Mesir: Ini untuk Rakyat Palestina!
DALLAS, iNews.id - Pelatih timnas Mesir, Hossam Hassan, mendedikasikan kemenangan dramatis timnya atas Australia di babak gugur Piala Dunia untuk rakyat Palestina. Usai memastikan kemenangan melalui adu penalti, Hassan membentangkan bendera Palestina di lapangan dan menyampaikan pesan dukungan bagi warga Palestina.
"Semoga Allah menganugerahkan kemenangan kepada mereka (Palestina), semoga Allah mengampuni para syahid mereka," ujar Hassan usai pertandingan, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (4/7/2026).
Dia kemudian menegaskan, kemenangan tersebut dipersembahkan bukan hanya untuk rakyat Mesir, tapi juga untuk Palestina.
"Saya sampaikan kepada mereka: Saya mendedikasikan kemenangan ini untuk rakyat Mesir dan Palestina, orang-orang baik dan terhormat," ujarnya.
Pertandingan fase gugur yang digelar di Stadion Dallas, Arlington, Texas, pada Jumat (3/7/2026), berlangsung sengit, berakhir 1-1 hingga 2 kali 45 menit, plus perpanjangan waktu, sehingga harus ditentukan melalui adu penalti. Mesir akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2.
Hassan langsung memasuki lapangan setelah timnya memastikan kemenangan. Dia membentangkan bendera Palestina sebagai bentuk solidaritas sekaligus ungkapan emosional atas kemenangan bersejarah yang diraih timnya.
Keberhasilan ini menjadi kemenangan pertama Mesir dalam pertandingan babak gugur Piala Dunia. Para pemain pun merayakannya dengan melakukan sujud syukur di lapangan sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian tersebut.
Kemenangan Mesir dipastikan oleh eksekusi penalti Hossam Abdelmaguid. Sementara Australia harus mengakui keunggulan lawannya setelah Harry Souttar dan Lucas Herrington gagal menjalankan tugas sebagai algojo penalti.
Aksi Hassan dan kemenangan Mesir mendapat sambutan hangat dari warga Palestina, terutama di Gaza. Banyak dari mereka mengaku ikut larut dalam euforia pertandingan.
"Untuk pertama kali, saya mengikuti Piala Dunia dengan antusiasme sebesar ini," tulis Tamer Nahed, seorang warga Gaza, melalui media sosial X.
Nahed mengungkapkan bahwa ribuan warga Gaza keluar dari tenda pengungsian maupun rumah-rumah yang telah hancur untuk menyaksikan pertandingan tersebut bersama-sama.










