Pemukim Israel Terus Berulah Serang Warga Palestina di Tepi Barat, Rusak Sumber Air

Pemukim Israel Terus Berulah Serang Warga Palestina di Tepi Barat, Rusak Sumber Air

Terkini | inews | Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:34
share

TEPI BARAT, iNews.id - Serangan yang dilakukan pemukim Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat dilaporkan semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah rumah warga Palestina dirusak atau dikuasai, sementara infrastruktur penting seperti jaringan listrik, sumber mata air dan rumah kaca pertanian juga menjadi sasaran perusakan.

Berdasarkan laporan Aljazeera yang mengutip kantor berita Palestina, Wafa, pada Jumat (3/7/2026), pemukim Israel merusak jaringan listrik utama yang memasok kebutuhan listrik Desa al-Maniya, tenggara Bethlehem.

Akibatnya, aliran listrik ke desa terputus dan memicu ketakutan di kalangan warga. Insiden tersebut merupakan kejadian kedua yang terjadi di desa itu dalam sepekan.

Di hari yang sama, pemukim Israel juga dilaporkan merusak rumah kaca pertanian di dekat pos pemeriksaan militer Shufa, tenggara Tulkarem. Saksi mata mengatakan para pemukim merobek jaring pelindung rumah kaca sehingga merusak fasilitas pertanian milik sebuah keluarga asal Desa Shufa.

Selain itu, pemukim Israel disebut mengambil alih mata air Ein Rawabi di timur laut Yerusalem setelah melakukan aksi vandalisme di lokasi tersebut. Pemerintah Provinsi Yerusalem menyatakan mata air itu merupakan satu-satunya sumber air bagi para penggembala Badui beserta sekitar 1.300 ekor ternak mereka. Penguasaan sumber air tersebut dinilai mengancam mata pencaharian puluhan keluarga Badui.

Di Desa Jalud, Tepi Barat, seorang warga Palestina bernama Mohammad Salameh juga kehilangan lahannya setelah dikuasai pemukim Israel saat dia sedang membangun rumah untuk putranya yang baru bertunangan. Kepada Reuters, Salameh mengaku upayanya meminta perlindungan kepada otoritas Israel tidak membuahkan hasil.

"Jika hukum benar-benar ditegakkan, maka mereka (para pemukim Israel) akan pergi. Namun jika mereka berhasil mengambil satu (lahan atau rumah), maka sisanya akan menyusul," kata Salameh.

Wafa melaporkan, serangan pemukim Israel dalam beberapa pekan terakhir semakin intensif, termasuk penggerebekan rumah-rumah warga Palestina serta upaya menabrakkan kendaraan ke warga. Serangan-serangan tersebut disebut berdampak langsung terhadap kehidupan dan mata pencaharian masyarakat Palestina.

Berdasarkan data yang dikutip Aljazeera, sekitar 500.000 warga Israel kini tinggal di permukiman yang dibangun di wilayah pendudukan Tepi Barat, berdampingan dengan sekitar 3 juta warga Palestina. Selama bertahun-tahun, warga Palestina melaporkan berbagai aksi perusakan lahan pertanian, properti dan kekerasan yang dikaitkan dengan perluasan permukiman Israel.

Topik Menarik