Terungkap! Alasan Lionel Messi Banjir Air Mata usai Argentina Disiksa Mesir
ATLANTA, iNews.id – Lionel Messi akhirnya mengungkap alasan dia menangis usai membawa Argentina lolos ke perempat final Piala Dunia 2026. Kapten Albiceleste mengaku air mata yang mengalir bukan hanya karena lega setelah timnya menang dramatis 3-2 atas Mesir, tetapi juga dipenuhi rasa frustrasi akibat gagal mengeksekusi penalti.
Argentina nyaris tersingkir pada babak 16 besar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta. Juara bertahan itu sempat tertinggal dua gol sebelum bangkit secara luar biasa dan membalikkan keadaan dalam waktu 13 menit.
Mesir membuka keunggulan melalui sundulan Yasser Ibrahim pada menit ke-15. Enam menit kemudian, Argentina memperoleh hadiah penalti setelah Nicolas Tagliafico dijatuhkan Haissem Hassa di dalam kotak terlarang.
Kesempatan emas itu gagal dimanfaatkan Messi. Tendangan penaltinya mampu diamankan kiper Mostafa Shobeir. Kegagalan tersebut membuat catatan penalti Messi di putaran final Piala Dunia menjadi empat kali gagal dari delapan kesempatan.
Situasi Argentina semakin sulit ketika Mostafa Zico menyelesaikan serangan balik cepat pada menit ke-67 untuk menggandakan keunggulan Mesir menjadi 2-0.
Messi Akui Sempat Frustrasi usai Gagal Penalti
Argentina akhirnya menunjukkan mental juara. Cristian Romero memperkecil ketertinggalan melalui sundulan kepala sebelum Messi menyamakan skor. Enzo Fernandez kemudian mencetak gol penentu kemenangan yang memastikan Albiceleste menang 3-2 sekaligus melangkah ke perempat final.
Seusai pertandingan, Messi terlihat menangis saat merayakan kemenangan bersama rekan-rekannya. Para pemain Argentina bahkan mengangkat sang kapten ke udara sebagai bentuk selebrasi atas keberhasilan mereka membalikkan keadaan.
Messi mengaku pertandingan tersebut menguras emosi seluruh tim.
"Kami kembali sangat menderita. Tetapi ini Piala Dunia dan semua pertandingan berlangsung sangat ketat, jadi saya sangat bahagia."
Dia kemudian menjelaskan penyebab air matanya setelah peluit panjang dibunyikan.
"Itu adalah rasa lega bagi semua orang."
"Tidak mudah bangkit saat tertinggal 2-0, tetapi kelompok ini tidak pernah menyerah. Kami terus berjuang sampai akhir."
"Kami beruntung mendapatkan gol Cuti (Romero) lebih awal, kami mampu membalikkan keadaan dan menang dalam waktu 90 menit."
"Apa yang dilakukan kelompok ini hari ini luar biasa dan saya sangat bahagia karena masyarakat masih bisa menikmati permainan kami."
Messi juga mengaku masih menyalahkan dirinya sendiri akibat gagal menjalankan tugas sebagai algojo penalti.
"Saya benar-benar frustrasi dengan penalti itu, karena gagal mencetak gol dan mengambilnya dengan buruk."
"Jika saya mencetak penalti itu, pertandingan pasti akan berubah."
"Kami memiliki peluang-peluang bersih dan penjaga gawang mereka melakukan beberapa penyelamatan luar biasa. Sangat spesial bisa membantu kelompok ini setelah apa yang terjadi di dalam tim."
Scaloni Ikut Menangis usai Kebangkitan Argentina
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, juga tidak mampu menyembunyikan emosinya setelah timnya memastikan kemenangan dramatis.
Scaloni bahkan mengungkap para pemain Argentina memiliki julukan khusus untuk dirinya karena sering menangis.
"Saya selalu terbawa emosi."
Gagal Juara Indonesia Open 2026, Jonatan Christie Blak-blakan Mau Menjauh dari Bulu Tangkis
"Kadang air mata keluar. Air mata juga keluar di ruang ganti. Anak-anak bahkan memanggil saya 'si tukang menangis', tetapi saya tidak peduli."
"Bagi kami semua yang bermain sepak bola selama 20 tahun, merasakan apa yang kami rasakan hari ini lagi adalah sesuatu yang luar biasa."
"Saya pikir sebagian besar pelatih yang pernah menjadi pemain sepak bola memilih menjadi pelatih karena hari-hari seperti ini, karena emosi dan adrenalin itu."
Kemenangan dramatis atas Mesir mengantarkan Argentina ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Albiceleste selanjutnya akan menghadapi Swiss yang lolos setelah mengalahkan Kolombia melalui adu penalti.










