Lionel Scaloni Menangis usai Argentina Lolos Dramatis, Tinggalkan Wawancara di Tengah Jalan

Lionel Scaloni Menangis usai Argentina Lolos Dramatis, Tinggalkan Wawancara di Tengah Jalan

Olahraga | inews | Rabu, 8 Juli 2026 - 09:58
share

ATLANTA, iNews.id – Lionel Scaloni tidak mampu menahan air mata setelah Argentina membalikkan keadaan dan mengalahkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia. Pelatih Albiceleste itu bahkan menghentikan wawancara televisi karena terlalu emosional merayakan kemenangan dramatis timnya.

Scaloni awalnya menjalani sesi wawancara di pinggir lapangan bersama stasiun televisi TyC Sports seusai pertandingan. Namun, dia kesulitan menyelesaikan kalimat-kalimatnya karena larut dalam emosi.

Pelatih Argentina itu terlihat mengusap air mata di depan kamera. Tidak lama kemudian, dia meminta maaf kepada pewawancara sambil menepuk lengannya sebelum memilih mengakhiri wawancara dan meninggalkan lokasi.

Reaksi tersebut muncul setelah Argentina menciptakan salah satu comeback paling dramatis dalam sejarah Piala Dunia. Tim juara bertahan sempat tertinggal 0-2 hingga memasuki 10 menit terakhir waktu normal.

Harapan Argentina mulai hidup ketika Cristian Romero mencetak gol melalui sundulan. Empat menit berselang, Lionel Messi menyamakan kedudukan sebelum Enzo Fernandez memastikan kemenangan lewat gol sundulan pada menit ke-93.

Drama pertandingan juga diwarnai protes keras dari kubu Mesir. Para pemain dan staf pelatih mempersoalkan keputusan wasit yang tidak memberikan penalti kepada mereka beberapa saat sebelum Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan Argentina.

Lionel Scaloni: Tim Ini Tak Pernah Meninggalkan Rakyat Argentina

Setelah emosinya mulai mereda, Scaloni akhirnya menghadiri konferensi pers dan menjelaskan alasan dirinya menangis usai pertandingan.

"Apa yang kami lakukan hari ini sama hebatnya dengan pencapaian apa pun yang pernah kami raih bersama tim ini," kata dia dikutip dari The Sun.

Scaloni mengakui air matanya tidak bisa dibendung karena besarnya tekanan dan perjuangan yang dilalui Argentina sepanjang pertandingan.

"Saya menangis karena saya sangat emosional. Tetapi memang benar tim ini tidak akan pernah meninggalkan rakyat Argentina," ujarnya.

Pelatih berusia itu juga mengaku ikut merasakan penderitaan para pendukung ketika timnya tertinggal dua gol sebelum akhirnya bangkit.

"Saya menderita sama seperti para suporter, tetapi itulah alasan saya menjadi pelatih, untuk mencintai momen-momen seperti ini."

Scaloni menegaskan pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling berharga dalam kariernya bersama tim nasional Argentina.

"Itulah yang selalu saya bicarakan bersama staf pelatih. Bagi kami semua yang hidup dalam sepak bola, emosi seperti ini sungguh luar biasa."

Topik Menarik