Kapal Pompong Tenggelam di Siak Riau, Pegawai Bea Cukai Tewas dan 3 Orang Hilang
SIAK, iNews.id - Kapal pompong tenggelam di sekitar kapal MV Himala, kawasan Pelabuhan Tanjung Buton, Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (7/7/2026). Akibat kejadian tersebut, satu orang ditemukan tewas dan tiga orang lainnya masih dalam pencarian.
Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Pekanbaru terus melakukan operasi pencarian terhadap korban hilang. Hingga Rabu (8/7/2026), petugas berhasil mengevakuasi satu korban jiwa yang diketahui bernama Aditya Waskita Jauhari.
Korban merupakan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), pelaksana pada KPPBC TMPB Pekanbaru.
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan duka mendalam atas musibah kapal tenggelam tersebut.
"Saya atas nama pribadi dan segenap keluarga besar Kementerian Keuangan, menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara Aditya Waskita Jauhari, pelaksana pada KPPBC TMPB (Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean) Pekanbaru, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai," ujar Menkeu Purbaya, Rabu (8/7/2026).
Informasi dirangkum, kecelakaan laut tersebut terjadi saat kapal pompong digunakan untuk kegiatan pemeriksaan draft survey di kapal MV Himala. Berdasarkan laporan awal, kapal pompong kehilangan kendali akibat arus kuat di sekitar lokasi.
Kapal kemudian terseret hingga masuk ke bawah kapal tongkang yang sedang bersandar di sisi MV Himala dan akhirnya tenggelam. Kabar kecelakaan ini pertama kali diterima Kantor SAR Pekanbaru dari Jeny, perwakilan Perusahaan Pelayaran Tujuh Samudra.
Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan tim langsung diberangkatkan setelah menerima laporan.
"Dalam perkembangan terbaru operasi penyelamatan, satu korban meninggal dunia telah berhasil ditemukan dan diidentifikasi atas nama Desmon. Jasad korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju Puskesmas Kecamatan Sungai Apit. Sementara itu, tiga penumpang lainnya dilaporkan selamat, dan tiga orang lagi masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan," kata Budi Cahyadi dikutip dari iNews Pekanbaru, Rabu (8/7/2026).
Sebanyak 10 personel rescue dikerahkan menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 103 kilometer dari Kantor SAR Pekanbaru. Tim SAR memfokuskan pencarian di sekitar lokasi terakhir kapal terlihat atau Last Known Position (LKP). Penyisiran dilakukan menggunakan metode pencarian di permukaan air.
Jika kondisi cuaca dan arus bawah laut memungkinkan, tim penyelam juga akan diterjunkan untuk menyisir area bawah air.
"Kami mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang ada untuk melakukan pencarian terhadap para korban. Semoga tiga korban yang masih dinyatakan hilang dapat segera ditemukan," katanya.
Hingga kini, Kantor SAR Kelas A Pekanbaru masih berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian. Dalam kejadian ini, tiga orang dilaporkan selamat, satu korban meninggal dunia telah ditemukan, sementara tiga korban lainnya masih dinyatakan hilang.










