Menhut Lantik Pejabat Baru, Ingatkan Perubahan Budaya Kerja
JAKARTA, iNews.id - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melantik pejabat manajerial dan non-manajerial serta mengambil sumpah ASN di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Rabu (8/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Raja Juli menyampaikan terkait reformasi birokrasi di Kemenhut.
Menurutnya, reformasi birokrasi tidak hanya berkaitan dengan perubahan struktur organisasi, tetapi juga perubahan budaya kerja. Dia menyadari bahwa proses tersebut tidak selalu berjalan mudah dan berpotensi menimbulkan gejolak.
“Kalian adalah bagian paling penting dari proses perubahan ini. Mari terus bekerja menata kementerian agar semakin baik, menjaga kelestarian hutan, pembangunan tetap berjalan, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” ucap Raja Juli.
Selain itu, Raja Juli mendorong seluruh ASN untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pembelajaran baik formal maupun non-formal.
Dia menyampaikan, Kemenhut akan terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia, termasuk membuka peluang pendidikan dan beasiswa guna menyiapkan generasi pemimpin kehutanan di masa depan.
Live Malam Hari! Ini Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Juni 2026
“Jangan pernah berhenti belajar. Belajar bukan hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga dari pimpinan, rekan kerja, maupun bawahan. Saya sendiri sebagai menteri tidak pernah berhenti belajar agar setiap keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan pemahaman yang utuh,” tuturnya.
Dia juga memastikan akan membangun sistem merit di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sebagai fondasi reformasi birokrasi. Menurutnya, promosi dan pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN) harus berdasarkan kapasitas, kompetensi, dan kinerja.
"Saya sedang terus berusaha semaksimal mungkin, untuk membangun sistem merit, meritokrasi di kementerian ini. Berusaha untuk membuat talent pool yang objektif, yang didasarkan kepada merit-based, didasarkan kepada kapasitas seseorang, kinerja seseorang, bukan latar belakang suku, agama, atau dia dari mana," kata dia.
Dia menambahkan, sistem ini memang belum sempurna. Namun, Raja Juli berharap sistem ini justru menjadi sebuah peninggalan atau legacy yang baik di era kepemimpinannya.
"Di mana nanti saya ingin kawan-kawan, adik-adik sekalian yang bekerja dengan baik, tanpa perlu kenal menteri dan wamen, tapi tercatat secara digital, kagum melalui platform yang kita punya, yang bisa diakses oleh semua, bahwa si A layak untuk dilantik, si B tidak dilantik karena memang demikian adanya," ujarnya.










