Conor McGregor Ambil Keputusan Besar setelah Malam Buruk di UFC 329
LAS VEGAS, iNews.id – Conor McGregor mengambil keputusan besar setelah malam buruk di UFC 329 dengan memilih menjalani operasi, rehabilitasi, dan mengejar satu pertarungan terakhir dalam kontraknya bersama UFC. Cedera lutut yang menghentikan langkahnya tidak membuat petarung asal Irlandia itu berniat mengakhiri karier.
Usai comebacknya versus Max Holloway pada UFC 329, Sabtu (11/7/2026) malam waktu setempat, McGregor kini menunggu pemeriksaan magnetic resonance imaging atau MRI yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Hasil pemeriksaan tersebut akan memberi gambaran lebih jelas mengenai jenis dan tingkat keparahan cedera lututnya.
Presiden UFC Dana White menduga mantan juara dunia dua divisi itu mengalami robekan anterior cruciate ligament atau ACL. Namun, belum ada diagnosis resmi setelah McGregor meninggalkan arena dengan berjalan pincang.
Pakar medis dr Brian Sutterer juga menyoroti posisi lutut McGregor ketika cedera terjadi. Menurut dia, posisi tersebut menyerupai pola klasik yang kerap terlihat dalam kasus robekan ACL.
Jika dugaan robekan ACL terbukti, McGregor dapat menepi selama enam hingga sembilan bulan. Kondisi itu akan kembali menunda rencana dia bertarung secara rutin setelah sebelumnya absen panjang akibat berbagai cedera.
McGregor Susun Jalan Menuju Laga Terakhir
McGregor mengisyaratkan langkah berikutnya melalui unggahan di Instagram. Petarung berusia 37 tahun tersebut berencana menjalani operasi, memasuki tahap prarehabilitasi, kembali berlatih seni bela diri, lalu menuntaskan laga terakhir dalam kontraknya.
“Operasi. Prarehabilitasi. Kembali berlatih seni bela diri. Mencoba lagi. Pertarungan terakhir dalam kontrak. Semoga Tuhan mengizinkan,” tulis McGregor, dikutip dari Sport Bible.
Dia juga menegaskan perubahan gaya hidup yang dijalaninya bersifat permanen. McGregor menjadikan keyakinan agama sebagai kekuatan untuk menghadapi cedera dan proses pemulihan yang berpotensi berlangsung panjang.
“Iman saya tidak bersyarat dan saya bersyukur mendapat kesempatan untuk membuktikannya. Perubahan gaya hidup saya bersifat permanen dan bukan hanya sampai waktu tertentu,” tulisnya.
“Semua hal berjalan untuk kebaikan saya. Segala sesuatu mungkin terjadi bagi saya karena saya orang yang percaya,” lanjut McGregor.
Cedera tersebut muncul secara tiba-tiba ketika McGregor mencoba melepaskan tendangan dalam duel melawan Max Holloway. Pertandingan kemudian dihentikan setelah 69 detik karena lututnya tidak mampu menopang tubuh.
McGregor menegaskan tidak merasakan masalah apa pun selama persiapan. Dia mengaku tetap melepaskan tendangan, menapak, dan melompat sepanjang pemusatan latihan, termasuk ketika melakukan pemanasan di belakang panggung.
“Cedera ini muncul entah dari mana. Saya melepaskan tendangan, menapak, dan melompat sepanjang kamp latihan, termasuk di belakang panggung sebelum pertarungan,” tulisnya.
Malam di UFC 329 menjadi kemunduran terbaru dalam perjalanan McGregor. Dia sebelumnya mengalami patah kaki ketika melawan Dustin Poirier pada 2021, sedangkan rencana menghadapi Michael Chandler pada 2024 batal akibat cedera jari kaki.
McGregor kembali ke oktagon setelah absen selama lima tahun untuk menjalani pertandingan ulang melawan Holloway. Namun, duel tersebut justru berakhir sebagai kekalahan ketiga secara beruntun bagi mantan juara kelas bulu dan kelas ringan UFC itu.
Holloway kemudian membuka peluang untuk menjalani duel ketiga. Dia berharap cedera McGregor tidak terlalu parah dan ingin kembali menghadapinya di kelas 170 pound.
“Kami harus menjalani pertarungan ketiga. Semoga cederanya tidak terlalu parah. Saya tahu dia mengatakan mereka menginginkannya kembali pada April. Saya bisa melakukannya. Itu akan menyenangkan,” ujar Holloway.
“Saya ingin benar-benar merasakan berat badan dan kekuatannya di kelas 170 pound seperti yang selalu dia katakan. Mungkin kami bisa melakukannya lagi,” lanjutnya.
Holloway tetap membawa pulang bonus Rp452,7 juta setelah dinyatakan menang TKO pada ronde pertama. Namun, fokus kini beralih kepada hasil MRI McGregor serta peluang dia mewujudkan pertarungan terakhir sebelum kontraknya bersama UFC selesai.









