Danantara Mulai Garap 26 Proyek Hilirisasi, Nilai Investasi Tembus Rp225 Triliun 

Danantara Mulai Garap 26 Proyek Hilirisasi, Nilai Investasi Tembus Rp225 Triliun 

Terkini | inews | Selasa, 14 Juli 2026 - 17:28
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara merealisasikan pembangunan 26 proyek hilirisasi strategis nasional dengan total nilai investasi mencapai Rp225 triliun. Hal ini digadang-gadang untuk memperkuat struktur industri dalam negeri sekaligus menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Proyek hilirisasi skala besar tersebut diyakini mampu membawa dampak ekonomi langsung yang signifikan bagi masyarakat luas. Badan pengelola investasi ini berkomitmen penuh untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur industri penopang dari hulu hingga hilir.

"Danantara bergerak cepat dalam mengerjakan 26 proyek hilirisasi strategis nasional dengan total nilai investasi mencapai Rp225 triliun," ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).

Adapun, proyek masif ini diproyeksikan akan menyerap 37.833 tenaga kerja, sehingga menjadikannya salah satu mesin utama dalam penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi nasional.

Program hilirisasi yang dijalankan Danantara mencakup dua fase strategis yang telah berjalan sepanjang tahun ini. Pada fase I peletakan batu pertama (groundbreaking) telah dilaksanakan pada 6 Februari 2026 dengan melibatkan 6 proyek prioritas di 13 lokasi.

Fase pertama tersebut menelan nilai investasi sebesar Rp109 triliun dan mampu menyerap sebanyak 11.456 tenaga kerja.

Sementara itu, fase II menyusul dengan pelaksanaan groundbreaking pada 29 April 2026, yang secara spesifik melibatkan 10 proyek prioritas di 13 lokasi dengan nilai investasi Rp116 triliun, serta berhasil menyerap 26.377 tenaga kerja.

Secara keseluruhan, 26 proyek ini mencakup beragam komoditas strategis nasional yang sangat dinamis. Di sektor pertambangan, proyek difokuskan pada pembangunan smelter aluminium, baja nirkarat, dan tembaga. 

Adapun untuk sektor energi serta pangan, Danantara menggarap fasilitas bioavtur, bioetanol, pengelolaan sawit, kelapa, hingga industri peternakan ayam yang terintegrasi secara modern.

Pemanfaatan seluruh potensi komoditas ini diharapkan tidak hanya menghentikan ekspor bahan mentah semata. Integrasi industri tersebut diposisikan sebagai jembatan untuk mendistribusikan kesejahteraan riil hingga ke tingkat daerah secara merata.

"Dengan percepatan ini, Danantara berkomitmen untuk tidak hanya sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan hilirisasi memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat melalui terciptanya puluhan ribu lapangan kerja baru," kata Dony.

Topik Menarik