Kebiasaan Orang Makassar Ini Dipuji Menkes, Setiap Makan Pakai Jeruk Nipis!
JAKARTA, iNews.id – Kebiasaan masyarakat Makassar yang selalu menambahkan perasan jeruk nipis ke dalam makanan mendapat pujian dari Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya membuat makanan terasa lebih segar, tetapi juga memberikan manfaat kesehata.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Menkes Budi Gunadi Sadikin bahkan mengajak masyarakat Indonesia mencontoh kebiasaan tersebut. Dia menilai menambahkan jeruk nipis jauh lebih baik dibandingkan terlalu banyak menggunakan kecap sebagai pelengkap makanan.
"Sering kali kita tidak sadar merusak gizi makanan lewat bumbu tambahan. Hayo ngaku, siapa yang di sini masih kecapin sotonya? Daripada nambah-nambahin penyakit ke dalam semangkok soto kalian, coba deh pelan-pelan beralih ke si jeruk nipis," tulis Budi dalam unggahannya, dikutip Kamis (16/7/2026).
Menkes mengatakan masyarakat Makassar telah lama memiliki kebiasaan unik, yakni menambahkan jeruk nipis ke hampir semua hidangan. Menurutnya, kebiasaan tersebut layak dipertahankan karena memiliki manfaat yang didukung ilmu pengetahuan.
"Mending nyontoh orang Makassar yang punya kebiasaan menarik, di mana semua makanan di-jeruk nipis-in. Kalo ditanya bagus gak sih buat kesehatan? Ya jelas bagus dong. Di dalam perasan jeruk nipis itu kan ada kandungan Vitamin C buat bantu penyerapan zat besi dari lauk yang dimakan," ujar Budi.
Dia menjelaskan, vitamin C dalam jeruk nipis berperan penting meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan. Zat besi sendiri dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin, protein pada sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Menkes Budi juga menyoroti manfaat lain dari penggunaan jeruk nipis sebagai pelengkap makanan. Selain memberikan rasa segar, kebiasaan ini dapat menjadi alternatif yang lebih sehat dibandingkan menambahkan kecap secara berlebihan.
"Keuntungan ganda lainnya, rasanya jadi segar dan pastinya Kamu enggak gatel nambahin kecap yang diam-diam tinggi natrium. Ayo kita ikuti langkah sehat ini. Mana nih orang Makassar yang sering makan pakai cara ini? Lestarikan terus budaya ini, ya!" tulisnya.
Anjuran tersebut juga sejalan dengan informasi dari Kementerian Kesehatan. Jeruk nipis diketahui kaya akan vitamin C, antioksidan, serat, serta berbagai mineral penting seperti kalsium, fosfor, kalium, zat besi, tembaga, dan zinc. Buah ini juga mengandung vitamin B1, B2, B3, serta beta-karoten.
Berkat kandungan nutrisinya, jeruk nipis memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Selain membantu penyerapan zat besi, vitamin C dan antioksidan di dalamnya berperan meningkatkan daya tahan tubuh dengan membantu pembentukan sel-sel sehat dan melindungi tubuh dari mikroba penyebab penyakit.
Sifat asam alami pada jeruk nipis juga dapat membantu melancarkan pencernaan. Asam tersebut membantu air liur memecah makanan, sementara kandungan flavonoidnya merangsang produksi enzim pencernaan sehingga proses cerna menjadi lebih optimal.
Tak hanya itu, jeruk nipis telah lama dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk membantu meredakan batuk dan mengencerkan dahak pada saluran pernapasan.
Dengan berbagai manfaat tersebut, kebiasaan sederhana masyarakat Makassar yang selalu menambahkan perasan jeruk nipis ke makanan ternyata bukan sekadar soal cita rasa. Menurut Menkes, tradisi lokal ini justru menjadi contoh pola makan sehat yang patut ditiru dan dilestarikan masyarakat Indonesia.










