Bongkar Kejanggalan! Prabowo Perintahkan 3 Tersangka Karhutla Riau Dibawa ke Jakarta, BIN Ikut Dalami Kasus

Bongkar Kejanggalan! Prabowo Perintahkan 3 Tersangka Karhutla Riau Dibawa ke Jakarta, BIN Ikut Dalami Kasus

Terkini | inews | Senin, 24 Agustus 2026 - 14:36
share

PEKANBARU, iNews.id – Presiden Prabowo Subianto meminta tiga tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dibawa ke Jakarta untuk menjalani pendalaman lebih lanjut.

Permintaan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Senin (24/8/2026).

Dalam rapat itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melaporkan penanganan kasus karhutla di wilayahnya. Sepanjang 2025 hingga 2026, Polda Riau menangani 94 laporan dengan total 106 tersangka.

"Untuk upaya pencegahan sekaligus memutus mata rantai Karhutla yang disebabkan... semuanya disebabkan oleh manusia Bapak. Setelah kita melihat data di 2021-2022 pada saat COVID itu zero Karhutla Bapak. Jadi semua saat ini yang dilakukan Karhutla semuanya dari manusia baik yang disengaja maupun tidak disengaja," kata Herry.

Khusus pada 2026, Polda Riau telah menangani 33 laporan sejak Januari hingga 24 Agustus. Dari perkara tersebut, sebanyak 36 orang ditetapkan sebagai tersangka dengan luas lahan terbakar mencapai 806,57 hektare.

Herry kemudian mengungkap temuan penyidik dalam sejumlah kasus karhutla pada 2025. Polisi menemukan beberapa orang berada di lokasi kebakaran meski tidak memiliki kebun atau lahan di kawasan tersebut.

Sejumlah orang mengaku berada di lokasi untuk memancing. Namun, polisi tidak menemukan lokasi pemancingan di area tersebut.

Prabowo kemudian menanyakan kemungkinan adanya keterlibatan korporasi dalam kasus karhutla di Riau.

"Maaf Kapolda, ada bukti-bukti atau indikasi ke arah korporasi yang menyuruh?"

Herry mengatakan hingga kini belum ditemukan bukti keterlibatan korporasi. Namun, penyidik menemukan tiga orang yang tidak memiliki kebun di lokasi kebakaran tetapi berada di kawasan tersebut.

"Sampai saat ini belum ada Bapak, tapi beberapa tersangka yang 2025 setelah kita lakukan investigasi, ada yang tidak... ada yang tidak mempunyai kebun di situ. Ada... ada dua atau tiga orang. Tetapi dia ada di situ padahal alasan dia hanyalah untuk memancing padahal tidak ada lokasi memancing di situ."

Prabowo kemudian meminta kepastian jumlah orang yang dimaksud.

"Ada berapa orang?"

"Ada tiga orang pada tahun lalu Bapak," jawab Herry.

Mendengar laporan tersebut, Prabowo meminta ketiga orang tersebut dibawa ke Jakarta untuk menjalani pendalaman. Ia juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ikut mendalami kasus tersebut.

"Tolong dibawa ke Jakarta ya. Ya? Tolong dikirim ke Jakarta, Kapolri ya. Kita... kita dalami di sini," tegas Prabowo.

"Siap. Siap Bapak," jawab Kapolda Riau.

Prabowo juga meminta Badan Intelijen Negara (BIN) dilibatkan dalam pendalaman kasus tersebut.

"Nanti pendalamannya saya juga minta BIN ikut ya," ujarnya.

"Siap," jawab Herry.

Topik Menarik