Kabut Asap dan Panas, Masjid-Masjid di Singapura Persingkat Pelaksanaan Salat Jumat
SINGAPURA, iNews.id - Singapura mempersingkat pelaksanaan Salat Jumat terkait kabut asap dan cuaca panas. Kebijakan ini mulai diterapkan di masjid-masjid sejak Jumat pekan lalu.
Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) menjelaskan, pemangkasan waktu Salat Jumat dilakukan pada bagian khutbah. Jika pada kondisi normal, khutbah pertama biasanya enam hingga tujuh halaman, untuk sementara dipersingkat menjadi kurang dari empat halaman.
“Semoga langkah ini akan memudahkan para jemaah untuk berkumpul, beribadah, dan tetap nyaman dalam kondisi cuaca yang menantang ini,” bunyi pernyataan MUIS.
Aturan ini berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Pelaksanaan Salat Jumat di Singapura biasa menggunakan naskah yang dibuat Kantor Mufti di MUIS. Mufti merupakan otoritas Islam tertinggi Singapura, tugas utamanya mengawasi pelaksanaan fatwa bagi umat Muslim Singapura.
Badan meterologi Singapura menyatakan, suhu maksimum harian pada paruh kedua Agustus berkisar antara 33-34 derajat Celcius. Bahkan pada beberapa hari, prakiraan suhu maksimum bisa mencapai 35 derajat Celcius.
Kecam Korupsi Pakan Satwa KBS, Komisi IV DPR Minta Penyidikan Tidak Berhenti Pada Satu Orang
Selain suhu panas, otoritas juga meminta warga mewaspadai kabut asap. Kondisi kering diperkirakan berlanjut, dengan beberapa titik panas dan kepulan asap.
Hal ini sebagian besar terlihat di bagian selatan dan tengah Sumatra dan berbagai bagian Kalimantan.
Menurut badan meteorologi, tiupan angin tenggara atau barat daya yang dominan, menempatkan Singapura dalam kondisi rawan berkabut jika kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan semakin intensif.










