Roy Suryo Soroti Surat Keterangan Pendidikan Gibran di Australia, Ini Temuannya
JAKARTA, iNews.id - Tersangka kasus fitnah ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo menyoroti surat keterangan penyetaraan pendidikan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 2019.
Dia menyoroti sejumlah hal dalam dokumen tersebut, termasuk persyaratan penerbitan dan riwayat pendidikan Gibran di Australia.
Roy mengatakan, surat keterangan yang diterbitkan Kemendikbud menyebut Gibran telah menyelesaikan Grade 12 di UTS Insearch, Sydney, Australia, pada tahun 2006. Dalam surat itu, pendidikan Gibran disebut setara dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Akuntansi dan Keuangan di Indonesia.
"Di sini ditulis UTS Insearch, Sydney, Australia, tahun 2006. Yang bersangkutan telah memperoleh pendidikan setara dengan SMK Akuntansi dan Keuangan di Indonesia," ucap Roy dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Dari Ijazah Jokowi ke Sayembara Gibran, Ada Apa?' yang disiarkan di iNews, Senin (24/8/2026).
Selain itu, Roy juga mempertanyakan kelengkapan dokumen yang menjadi persyaratan penerbitan surat penyetaraan tersebut. Dia mengklaim persyaratan seperti foto, paspor, surat keterangan dari KBRI, hingga rapor tiga tahun terakhir harus tersedia.
Menurutnya, rapor pendidikan Gibran yang tersedia hanya mencakup kelas 10 dan kelas 11. Sementara, Roy menyebut rapor kelas 12 Gibran tidak ditemukan.
"Yang paling fatal tidak ada rapor tiga tahun terakhir Gibran," ujar Roy.
Selain persoalan rapor, Roy juga menyoroti dokumen pendidikan Gibran di UTS Insearch. Dia mengaku telah menemui sejumlah orang di Sydney, Australia, yang memiliki dokumen terkait pendidikan di lembaga tersebut.
Dia menyebut, dokumen yang ditemukannya berkaitan dengan program English Preparation atau persiapan bahasa Inggris selama sekitar sembilan bulan. Dia mengklaim tidak menemukan dokumen yang menunjukkan program diploma maupun foundation seperti yang dipersoalkan.
"Yang paling penting lagi, surat ijazah yang ditanyakan Prof Denny itu, ijazah UTS Insearch ini nggak ada," kata dia.
Dirjen Imigrasi Kecam Event Lari Diskriminatif Bali Silent Disco, Cekal WNA yang Jadi Panitia
Roy juga mengaku telah bertemu dengan Eko Susanto yang saat itu menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud yang menjabat setelah pejabat yang menandatangani surat keterangan pendidikan Gibran di tahun 2019. Eko menyampaikan adanya persoalan terkait penerbitan surat tersebut.
"Pak Eko mengatakan, saya punya rekamannya, bahwa surat ini adalah keajaiban dunia ke-9. Satu-satunya di dunia surat ini terbit, karena surat ini ga pernah ada, karena syarat-syaratnya ga ada," kata Roy.
Sebelumnya, Pakar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana menggagas sayembara ijazah SMA/Sederajat milik Wapres Gibran Rakabuming Raka. Hal ini menjadi perbincangan publik dan nilai hadiah yang terkumpul mencapai angka yang fantastis.
Denny mengatakan, nilai hadiah sayembara ijazah SMA Gibran yang telah terkumpul mencapai lebih dari Rp3,6 miliar. Menurutnya, sayembara itu merupakan bentuk partisipasi publik dalam mengawasi polemik yang selama ini belum menemukan penyelesaian.
"Per malam ini pukul 18.00 tadi, saya minta di-update, angka hadiah sayembara untuk menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Gibran adalah Rp3.664.652.207," ucap Denny.










