DSI Uji Coba Ekspor Perdana Oktober, Jadi Pengekspor Tunggal Mulai 2027

DSI Uji Coba Ekspor Perdana Oktober, Jadi Pengekspor Tunggal Mulai 2027

Terkini | inews | Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:30
share

JAKARTA, iNews.id - PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) akan melakukan uji coba ekspor komoditas pada pertengahan Oktober 2026. Nantinya, DSI akan menjadi pengekspor tunggal batu bara, CPO, dan ferro alloy mulai 1 Januari 2027.

Direktur Keuangan dan Treasury PT DSI Sinthya Roesly mengatakan perusahaan saat ini telah membangun platform semacam command center untuk mengintegrasikan berbagai data ekspor.

Platform tersebut menggabungkan data dari Bea Cukai, LNSW (Lembaga National Single Window), Mineral Online Monitoring System (MOMS), SIMBARA (Sistem Informasi Mineral dan Batubara Antar Kementerian/Lembaga), serta sejumlah sumber data lainnya.

“Platform tersebut sudah tersedia dan saat ini sedang dalam tahap pengujian,” ujarnya di Wisma Danantara, Senin (24/8/2026).

Setelah platform tersebut diuji, DSI akan mengembangkan eksportir portal. Sistem ini digunakan untuk memperoleh data perusahaan eksportir hingga kontrak ekspor yang masih berjalan untuk selanjutnya diproses oleh DSI.

“Saat ini kami sudah mendapatkan contoh-contoh kontrak. Nantinya mereka akan melakukan uji coba (pilot) melalui eksportir portal tersebut. Kira-kira waktunya pertengahan Oktober,” tambahnya.

Sinthya menjelaskan, hingga akhir 2026 DSI masih berfokus mempelajari kontrak ekspor yang sebelumnya dilakukan perusahaan.

Langkah tersebut sekaligus untuk melihat potensi under invoicing maupun transfer pricing yang dapat merugikan penerimaan negara.

Setelah 1 Januari 2027, DSI akan menjalankan peran sebagai pengekspor tunggal untuk komoditas batu bara, CPO, dan ferro alloy.

Perusahaan di bawah Danantara tersebut akan berperan sebagai intermediary atau pihak perantara yang menjembatani eksportir dalam negeri dengan importir di luar negeri.

“Nantinya akan dilihat apakah mulai 1 Januari 2027 kami akan terus melanjutkan model ekspor sebagai intermediary atau menggunakan model lainnya,” pungkasnya.

Topik Menarik