Terungkap! Turis Israel Bikin Ulah di Kebun Binatang Thailand, Tak Bayar Tiket hingga Bunuh Satwa
BANGKOK, iNews.id - Sejumlah turis Israel disebut membuat ulah di sebuah kebun binatang di Pulau Koh Samui, Thailand. Mereka dituding menolak membayar tiket masuk, memperlakukan satwa dengan buruk, hingga menyebabkan seekor burung mati setelah dipukul.
Serangkaian insiden tersebut menjadi salah satu alasan pihak kebun binatang mengambil sikap tegas terhadap pengunjung asal Israel. Pemilik kebun binatang bahkan menerapkan kebijakan tidak menerima turis dari Israel dan memasang bendera Palestina di lokasi.
Perseteruan semakin memanas setelah satu keluarga asal Israel ditolak masuk pada 12 Agustus lalu. Mereka kemudian menuduh suami pemilik kebun binatang yang berkewarganegaraan Prancis melakukan kekerasan fisik terhadap salah satu turis.
Pihak kebun binatang membantah tuduhan tersebut. Mereka menyatakan keputusan menolak turis Israel bukan dipicu satu kejadian, melainkan setelah serentetan insiden yang melibatkan pengunjung asal Israel sebelumnya.
Menurut pengelola, beberapa turis Israel sebelumnya disebut menolak membayar tiket masuk dan melanggar aturan yang berlaku di kebun binatang. Mereka juga dituding memperlakukan satwa secara buruk, termasuk insiden yang menyebabkan seekor burung mati setelah dipukul.
Situasi kemudian semakin panas setelah pihak kebun binatang memasang bendera Palestina serta tanda larangan masuk bagi warga Israel. Mereka juga menempatkan bendera Israel di samping sasaran tembak kertas, yang semakin memicu kontroversi.
Pemilik kebun binatang akhirnya melaporkan seorang turis Israel ke Biro Penyelidikan Pusat Thailand pada Senin (24/8/2026). Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan ancaman untuk membakar rumah dan tempat usaha serta menyerang keluarga pemilik kebun binatang.
Seorang pria Israel dijatuhi denda sebesar 5.000 baht dan hukuman percobaan dua tahun penjara karena melontarkan ancaman.
Polisi Thailand juga tengah menyelidiki dugaan keterlibatan seorang influencer asal Israel yang tinggal di Prancis. Influencer tersebut diduga menawarkan imbalan sebesar 500.000 baht melalui internet kepada pihak yang bersedia menyerang keluarga pemilik kebun binatang.










