Karhutla Pelalawan Makin Ganas, Petugas Kewalahan Padamkan Api
PELALAWAN, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, semakin sulit dikendalikan. Dalam empat hari, kebakaran diperkirakan telah menghanguskan lebih dari 200 hektare lahan gambut dan membuat tim pemadam kewalahan akibat kobaran api yang membesar.
Asap tebal terlihat membubung dari lahan gambut yang terbakar di Desa Rantau Baru. Api pertama kali muncul pada Minggu (23/8/2026) siang dan hingga Kamis (27/8/2026) masih belum berhasil dipadamkan.
Kobaran api justru semakin meluas dan membakar vegetasi kering serta batang sawit milik masyarakat. Kondisi lahan gambut yang mudah terbakar membuat proses pemadaman menjadi semakin sulit.
Tim pemadam dari perusahaan bersama masyarakat setempat terus berupaya menjinakkan api. Namun, besarnya kobaran membuat petugas kesulitan mendekati titik api.
Situasi di lokasi bahkan memaksa tim pemadam mundur untuk menghindari kobaran api yang semakin besar. Upaya pemadaman terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Kebakaran lahan gambut yang berada tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Pelalawan turut berdampak pada kondisi udara di Pangkalan Kerinci. Kabut asap semakin tebal dan mulai menyelimuti kawasan perkotaan.
Warga Desa Rantau Baru mengeluhkan dampak asap yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut juga dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
"Ini sudah seminggu lebih kebakaran," kata warga Desa Rantau Baru, Riyan.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani kebakaran lahan gambut yang hingga kini masih berlangsung. Mereka juga meminta penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mencegah api kembali muncul.
Hingga Kamis sore, petugas gabungan masih berupaya mengendalikan kobaran api di sejumlah titik. Luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai lebih dari 200 hektare, sementara kepulan asap terus terlihat dari kawasan terdampak.









