Program Bedah Rumah Sasar 2.000 Tempat Tinggal Warga di Jakut, Menteri PKP Pastikan Tepat Sasaran
JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 2.000 unit rumah di Jakarta Utara dialokasikan mendapat bantuan perbaikan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Pemerintah Kota Jakut mendukung program bedah rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat ini.
Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat mengatakan, berdasarkan data saat ini terdapat sekitar 174.000 rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah tersebut. Program BSPS akan diprioritaskan bagi warga di Cilincing dan Penjaringan.
"Kami berterima kasih dan siap mendukung percepatan pengumpulan serta pengunggahan data pada awal September 2026," ujarnya, dikutip dari keterangan Pemerintah Provinsi Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Hendra menjelaskan, rumah yang diusulkan mendapatkan bantuan harus memenuhi sejumlah persyaratan. Rumah tersebut antara lain tidak berada di area sempadan, tanah sengketa, maupun lahan milik negara.
Menurut Hendra, program BSPS tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga mendorong semangat gotong royong di tengah masyarakat. Pengurus RT dan RW diinstruksikan turut mengawal pelaksanaan program sekaligus memastikan warga sekitar dilibatkan sebagai tenaga kerja.
Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau langsung salah satu calon penerima bantuan BSPS di wilayah Cilincing. Dalam kunjungan tersebut, dia memastikan data penerima bantuan sesuai dengan kondisi di lapangan, tepat sasaran dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
"Kita cek data yang diberikan, benar atau tidak, tepat sasaran atau tidak. Kita mau kerja cepat, tata kelolanya benar, dan tepat sasaran," ujarnya.
Maruarar menuturkan, setiap rumah penerima BSPS mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta. Pengerjaan fisik dijadwalkan berlangsung mulai 8 September hingga 8 November 2026.
Dia juga meminta pelaksanaan program melibatkan potensi ekonomi lokal, termasuk tenaga kerja dan toko material yang berada di sekitar lokasi rumah penerima bantuan.
"Usahakan pekerjanya dari warga sekitar, toko materialnya juga yang sekitar. Supaya program ini juga bisa menggerakkan perekonomian di daerah ini," imbuhnya.
Ratusan Mantan Perwira Israel Minta Trump Paksa Netanyahu Hentikan Kekerasan Pemukim Yahudi
Maruarar meminta Pemkot Jakarta Utara teliti dalam menyisir dan menetapkan warga yang benar-benar membutuhkan bantuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.










