Akhir Agustus Potensi Hujan, Pemerintah Gencarkan Modifikasi Cuaca Tangani Karhutla Riau
JAKARTA, iNews.id - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan dimaksimalkan untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya potensi awan hujan pada akhir Agustus hingga awal September 2026.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Warjono menyampaikan potensi awan hujan tersebut dalam rapat koordinasi bersama pemerintah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau, Jumat (28/8/2026).
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan potensi awan hujan diperkirakan muncul pada 30 Agustus hingga 1 September 2026 mendatang. Kondisi tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan OMC.
"Kita bersyukur potensi awan hujan di Riau ini masih ada. Di Kalteng, di Kalbar sulit sekali, tapi kita ada potensi di (Riau) tanggal 30, 31 dan tanggal 1, dan itu bisa akan meliputi seluruh Riau,” kata Raja Juli.
Raja Juli mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG agar setiap potensi awan hujan yang muncul dapat dimaksimalkan melalui OMC.
“Saya sudah sepakati dengan Kepala BNPB dan BMKG, sekecil apapun potensi awan hujan yang bisa kita maksimumkan, kita maksimumkan,” ujarnya.
Menurut Raja Juli, hujan menjadi salah satu faktor paling efektif untuk membantu memadamkan karhutla. Karena itu, setiap peluang munculnya awan hujan perlu dimanfaatkan untuk mendukung penanganan kebakaran di lapangan.
“Karena kita tahu yang paling efektif untuk memadamkan karhutla ini hujan. Sementara water bombing maupun pasukan darat itu adalah pilihan kedua dan ketiga,” tuturnya.
Dia juga meminta dukungan operasional agar pelaksanaan OMC tidak terkendala. Salah satunya dengan memastikan bandara di Riau tetap dapat digunakan apabila pelaksanaan OMC harus dilakukan pada malam hari.
“Artinya jangan sampai di beberapa tempat kemudian pesawat nggak bisa terbang, mohon dipastikan di Riau untuk kebutuhan OMC agar Airport kita tetap dibuka meskipun misalnya nanti sampai jam 21.00 bisa OMC,” ucapnya.
Raja Juli menegaskan potensi awan hujan yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu mengatasi karhutla di Riau.
“Terutama tanggal 1 kita hajar habis-habisan,” katanya.










