Tak Hanya Minyak Goreng, Sawit Ternyata Bisa Diolah Jadi Cokelat hingga Bahan Batik

Tak Hanya Minyak Goreng, Sawit Ternyata Bisa Diolah Jadi Cokelat hingga Bahan Batik

Terkini | inews | Selasa, 1 September 2026 - 19:16
share

JAKARTA, iNews.id - Sawit selama ini identik dengan minyak goreng. Namun, komoditas perkebunan tersebut ternyata dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari bahan dalam produk cokelat hingga malam berbasis sawit untuk membatik.

Potensi ini diperkenalkan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam Jogja International Food & Horeca Expo (JIFHEX) 2026 yang digelar pada 28-30 Agustus 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.

Analis Kerja Sama Kelembagaan BPDP Muhammad Farouq menjelaskan, keikutsertaan BPDP dalam JIFHEX 2026 menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan peran dan program BPDP kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih interaktif.

“Melalui JIFHEX 2026, kami ingin memperkenalkan lebih luas peran BPDP sekaligus menunjukkan berbagai potensi yang dapat dikembangkan dari komoditas perkebunan. Sawit, kelapa, dan kakao tidak hanya memiliki nilai sebagai komoditas, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah melalui inovasi dan kreativitas,” ujar Farouq dalam keterangannya dikutip, Selasa (1/9/2026).

Sawit Jadi Bahan Produk Cokelat

Salah satu inovasi diperkenalkan UMKM Afa Cokelat dari Jember. UMKM tersebut menghadirkan beragam produk olahan kakao dengan memanfaatkan minyak kelapa sawit dan lemak kakao.

Produk Afa Cokelat memiliki kandungan kakao yang bervariasi, mulai dari 35 hingga 100 persen. Produk yang ditampilkan antara lain chocolate bar, praline, chocolate character, lolipop, camilan cokelat sehat, bubuk cokelat, hingga cokelat berbentuk cerutu.

Tidak hanya itu, Afa Cokelat juga mengembangkan produk dengan tampilan tiga dimensi (3D) yang membutuhkan keterampilan dan ketelitian dalam proses pembuatannya.

Inovasi tersebut menunjukkan bagaimana kakao dan minyak sawit dapat dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah sekaligus memiliki daya tarik visual.

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam acara Jogja International Food & Horeca Expo (JIFHEX) 2026 pada 28-30 Agustus 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

Produk Turunan Sawit untuk Batik

Pemanfaatan produk turunan sawit juga diperkenalkan melalui UMKM Smart Batik Indonesia dari Yogyakarta. UMKM tersebut menggunakan malam berbasis sawit dalam proses membatik.

Inovasi ini menunjukkan bahwa produk turunan sawit tidak hanya dapat dimanfaatkan di sektor pangan, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan dalam industri kreatif.

BPDP bersama Smart Batik Indonesia menggelar workshop membatik dan mewarnai menggunakan malam berbasis sawit pada Jumat (28/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, pengunjung diajak mengenal proses membatik sekaligus mencoba secara langsung penggunaan inovasi malam sawit.

Farouq mengatakan, kehadiran Afa Cokelat dan Smart Batik Indonesia menjadi bagian penting untuk menunjukkan secara langsung hasil inovasi serta pemanfaatan produk turunan komoditas perkebunan.

“Kami berharap masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa produk turunan perkebunan memiliki ruang pengembangan yang sangat luas. Kehadiran Afa Cokelat dan Smart Batik Indonesia menjadi contoh bagaimana inovasi dapat menghasilkan produk yang kreatif sekaligus membuka peluang bagi pengembangan usaha dan pasar,” ucapnya.

JIFHEX 2026 merupakan pameran yang mempertemukan pelaku usaha di sektor food, beverage, hospitality, dan UMKM. Penyelenggara menargetkan lebih dari 16.000 market potential dari berbagai sektor HORECA dan retail.

Pameran tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas jejaring, memperkenalkan produk, serta menemukan peluang bisnis baru.

BPDP mendorong pengenalan lebih luas terhadap potensi hilirisasi komoditas perkebunan. Pemanfaatan sawit dalam produk cokelat dan malam batik menjadi contoh bahwa komoditas tersebut tidak hanya dapat diolah menjadi minyak, tetapi juga dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah di sektor pangan dan industri kreatif.

Topik Menarik