Geger Grup WA Diduga Berisi Konten LGBT, Ada Siswa Sekolah jadi Anggota!

Geger Grup WA Diduga Berisi Konten LGBT, Ada Siswa Sekolah jadi Anggota!

Terkini | inews | Rabu, 2 September 2026 - 10:13
share

JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya menyelidiki grup WhatsApp (WA) yang diduga berisi konten Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) dan memasukkan sejumlah siswa sekolah secara acak sebagai anggota. Grup tersebut disebut melibatkan siswa dari salah satu sekolah swasta di Jakarta.

Informasi mengenai grup WhatsApp tersebut sebelumnya disampaikan orang tua siswa bernama Yuda Fajrin. Dia menyebut grup itu bernama ‘Add people as much as you can’.

Menurut Yuda, seorang anak dari temannya masuk ke dalam grup tersebut setelah diundang secara acak. Orang tua siswa kemudian mengetahui isi percakapan dalam grup setelah melihat WhatsApp anaknya.

“Gua sama Bapak-bapak di tempat kompetisi bola, sempet ngobrol-ngobrol panjang. Jadi rupanya itu ada sesuatu nih. Jadi ada grup namanya ‘Add people as much as you can’ namanya,” ujar Yuda dalam keteranganya, Rabu (2/9/2026).

Yuda menjelaskan, nama grup tersebut menggambarkan aktivitas anggotanya yang dapat mengundang orang lain secara bebas. Dia menyebut seorang anak teman kemudian masuk ke grup tersebut dan orang tuanya membaca percakapan yang ada di dalamnya.

“intinya singkat ceritanya ada anaknya temenku itu ke-invite ke grup itu. Karena sesuai dengan nama grupnya ‘Add people as much as you can’, dia main asal invite yang ke-invite Bapaknya. Alhasil Bapaknya jadi ngebaca percakapan di dalam grup itu,” ujarnya.

Yuda kemudian menyebut terdapat pembahasan mengenai LGBT dalam grup tersebut. Dia juga mengungkap adanya voting terkait orientasi seksual.

“Ada pembahasan tentang LGBT termasuk juga ada voting pertanyaan ‘Are you gay, lesbian, straight or others?’. Intinya seperti itu. Nah ini moga dicek yang udah pegang WA anaknya hati-hati karena grupnya lagi coba mau diinvestigasi. Takutnya ini sebenarnya antara grup liberal LGBT gitu atau grup yang sifatnya endingnya bisa jadi nanti pedofilia, enggak ada yang tahu. Jadi lagi pengen coba diinvestigasi. Coba tolong dicek,” paparnya.

Merespons hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan Direktorat Reserse Siber bersama Direktorat Reserse PPA-PPO tengah melakukan penyelidikan.

“Direktorat Reserse Siber dan Direktorat Reserse PPA-PPO Polda Metro Jaya saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut,” kata Budi, Rabu (2/9/2026).

Selain penyelidikan, Polda Metro Jaya menyiapkan langkah pencegahan dengan berkoordinasi bersama pihak sekolah. Polisi juga akan memberikan edukasi kepada siswa mengenai keamanan dalam menggunakan media sosial.

“Sebagai langkah pencegahan, Polda Metro Jaya juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta memberikan edukasi kepada para siswa mengenai bahaya penyebaran konten pornografi, pergaulan berisiko, dan penggunaan media sosial secara aman serta bertanggung jawab,” tutupnya.

Topik Menarik