Kabar Baik! Pendidikan Gratis Berlaku di Madrasah Negeri

Kabar Baik! Pendidikan Gratis Berlaku di Madrasah Negeri

Terkini | inews | Kamis, 24 September 2026 - 08:11
share

NEW YORK, iNews.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tak akan pernah tunduk pada tekanan siapa pun, termasuk Amerika Serikat (AS). Sebaliknya, Iran terbuka untuk dialog dan negosiasi dengan syarat tidak menggunakan bahasa kekerasan atau dilakukan di bawah ancaman.

"Kami tidak akan pernah menundukkan kepala," kata Pezeshkian, dalam pidatonya pada Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York, Rabu (23/9/2026).

Dia lalu menyebut Iran diperlukan secara tidak adil sementara Israel dibela. Padahal, lanjut dia, Israel bersifat munafik dan dunia mengetahuinya. Tuduhannya itu merujuk pada program nuklir yang dijalankan Israel.

Israel memiliki senjata nuklir, namun tidak menandatangani Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT). Sebaliknya, pengawas PBB malah mendatangi Iran.

"Mereka (Israel) membunuh, (tapi) kami yang dikenai sanksi, kami yang dihukum," ujarnya.

Pezeshkian lalu menyebut kondisi lain di Jalur Gaza. Israel melakukan praktik genosida, membunuh puluhan ribu orang tapi bebas dari hukum. Sementara Iran dijatuhi sanksi dan dibom.

"Israel telah membunuh secara brutal lebih dari 70.000 orang tak berdosa di Gaza, sementara Iran, yang berada di balik meja negosiasi, dibom," katanya.

Pezeshkian mengulangi kembali pernyataannya bahwa Iran tidak membuat senjata nuklir. Meski demikian negaranya memiliki hak atas teknologi nuklir untuk tujuan damai.

"Kami tidak akan menundukkan kepala dan melepaskan hak yang secara inheren menjadi milik kami. Tidak ada senjata nuklir dan tidak ada batasan untuk teknologi nuklir untuk tujuan damai," ujarnya.

Lebih lanjut Pezeshkian mengatakan Iran bukan negara teroris, malah justru korban dari tindakan terorisme

Dia menolak dengan tegas karakterisasi Presiden AS Donald Trump terhadap Iran sebagai sponsor terorisme.

"Kemarin, Trump mengatakan kami adalah teroris. Kami bukan teroris, kami adalah korban terorisme," kata Pezeshkian, merujuk pada pidato Trump di forum yang sana, sehari sebelumnya.

Saat itu Trump mengatakan Iran sebagai sponsor teror nomor 1.

Pezeshkian melanjutkan, AS dan Israel membunuh Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei tanpa alasan jelas dalam serangan militer AS-Israel pada 28 Februari lalu.

Israel juga menyerang seluruh kota dan provinsi Iran,  melakukan pembunuhan, seraya menyebutnya sebagai perilaku teroris sejati.

“Rakyat Iran membela negara mereka selama 7 bulan terakhir,” katanya.

Topik Menarik