Perselisihan Keluarga di Kudus Berujung Maut, Anak Tewas Ditikam Ayah
KUDUS, iNews.id - Pertengkaran antara T (70) dan anak bungsunya, FA (34), ternyata bukan persoalan yang baru terjadi. Hubungan ayah dan anak di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, itu disebut sudah lama diwarnai cekcok hingga kekerasan di dalam rumah.
Ketegangan tersebut akhirnya berujung maut pada Kamis (24/9/2026) malam. FA mengalami luka tusuk di bagian dada dan tewas setelah sempat mendapat perawatan di RS Mardi Rahayu Kudus.
Kepala Desa Jati Kulon Hery Supriyanto mengatakan, pertengkaran keduanya kerap terjadi ketika FA pulang larut malam dalam kondisi mabuk. Konflik bahkan pernah dipicu tindakan FA yang merusak barang milik ayahnya.
“Setiap pulang malam hari selalu cekcok dengan ayahnya. Alat pancing ayahnya juga pernah dibakar,” ujar Hery dikutip dari iNews Pantura.
Keterangan tersebut diperkuat Ketua RT setempat, Supardi. Menurutnya, pertengkaran ayah dan anak itu berlangsung berulang, bahkan T disebut beberapa kali menjadi sasaran kekerasan anaknya.
“Tidak hanya semalam. Setiap harinya memang sering ribut. Anaknya setiap pulang pasti mabuk dan ayahnya dipukuli,” kata Supardi.
Kakak korban, Jami'ah, juga mengungkap kondisi serupa. Dia mengatakan, FA kerap marah ketika berada di rumah dan perilaku tersebut lebih sering ditujukan kepada anggota keluarganya.
“Sasarannya pasti pukul orang tua. Dia seperti itu dengan keluarga saja. Sama tetangga tidak,” ucap Jami'ah saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, persoalan FA dengan orang tua bahkan telah berlangsung sejak ibu mereka masih hidup. FA disebut beberapa kali marah dan melakukan kekerasan terhadap ibunya.
Di tengah konflik yang terus berulang tersebut, T yang kini berusia 70 tahun juga disebut mengalami penurunan kondisi karena faktor usia. Supardi mengatakan ayah korban pernah meninggalkan rumah selama beberapa hari.
“Bapaknya juga sudah linglung karena usianya sudah tua. Bahkan pernah hilang tidak pulang selama tiga hari pada bulan Agustus lalu,” katanya.
Perselisihan kembali terjadi pada Kamis (24/9/2026) pukul 23.30 WIB. Kali ini, pertengkaran tersebut berakhir dengan FA mengalami luka tusuk yang diduga dilakukan T menggunakan pisau dapur.
Kapolsek Jati AKP Subkhan mengatakan, masih menyelidiki rangkaian kejadian untuk mengetahui secara utuh apa yang terjadi sebelum penusukan.
“Ayahnya sudah jengah dengan perilaku anaknya yang sering mabuk dan memukulinya. Untuk lengkapnya masih kami lakukan pemeriksaan,” kata AKP Subkhan, Jumat (25/9/2026).
FA yang mengalami luka pada bagian dada kemudian dilarikan ke rumah sakit. Namun, setelah menjalani perawatan, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan tewas pukul 01.45 WIB.
“Ada luka tusukan di bagian dada. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit. Setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit, korban meninggal,” ujarnya.
Polisi telah menangkap, T untuk menjalani pemeriksaan. Tim Inafis Polres Kudus juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan pisau yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Penyidik masih memeriksa sejumlah saksi dan menunggu hasil autopsi untuk melengkapi penyelidikan. Polisi juga belum menetapkan ancaman pidana karena pemeriksaan terhadap T masih berlangsung.
“Ancaman hukumannya masih kami dalami dulu. Saat ini masih melakukan pemeriksaan. Sedangkan korban dinyatakan meninggal hari ini pukul 01.45 WIB,” kata Subkhan.
FA merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Tiga saudaranya telah tinggal di tempat berbeda, sedangkan ibu mereka telah lama meninggal dunia.
Hingga Jumat (25/9/2026) siang, garis polisi masih terpasang di rumah keluarga tersebut. Polisi melanjutkan pemeriksaan untuk mengungkap secara lengkap rangkaian perselisihan yang berujung pada kematian FA.










