Trump Tolak Tawaran Buka Kembali Selat Hormuz, Iran Tetap Buka Pintu Negosiasi
TEHERAN, iNews.id - Iran menegaskan solusi melalui negosiasi diperlukan untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial.
Trump mengatakan, proposal Iran tidak dapat diterima. Dia juga menyebut Teheran ingin membuat kesepakatan agar selat tersebut kembali dibuka dalam waktu tujuh hari karena Iran disebut mengalami kekalahan besar.
Melansir BBC, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengakui penolakan Trump tersebut. Namun, dia mengatakan Teheran masih menunggu tanggapan resmi dan definitif dari pemerintah AS melalui mediator.
Dalam pernyataannya melalui Telegram, Araghchi menyebut Trump sebelumnya telah mengeluarkan sejumlah pernyataan yang dianggap kontradiktif.
Araghchi mengatakan, pemerintah Iran masih menunggu mediator menyampaikan posisi resmi AS sebelum Teheran mengambil keputusan.
"Kami menunggu para mediator menyampaikan pandangan definitif kepada kami, dan kami akan mengambil keputusan berdasarkan hal tersebut," tulis Araghchi dikutip, Senin (28/9/2026).
Dia menambahkan, persyaratan untuk membuka kembali Selat Hormuz sama dengan yang tercantum dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani AS dan Iran pada Juni.
Iran menyatakan telah mengusulkan pembukaan kembali selat dan penghentian permusuhan dalam perundingan yang berlangsung di sela-sela Sidang Umum PBB di New York pada pekan lalu.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Jalur tersebut secara efektif tertutup sejak perang pecah pada Februari.
Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, ketidakpercayaan yang muncul akibat perang harus diatasi agar perundingan dapat berhasil.
Dalam wawancara dengan CBS, Pezeshkian menyebut, Iran terbuka untuk membahas penerapan MoU secara bertahap guna mengakhiri kebuntuan. Namun, dia menegaskan AS perlu menunjukkan bahwa mereka tidak berniat menggulingkan pemerintahan Iran.
Massa Rusak CCTV di Pejompongan, Pemprov DKI: Aspirasi Boleh, Jangan Rusak Fasilitas Publik
Pezeshkian juga menuding Trump telah merusak MoU tersebut ketika AS kembali melancarkan serangan udara. Menurut dia, dialog akan sulit menyelesaikan konflik jika kesepakatan tertulis tidak dipatuhi.
Sementara itu, Pezeshkian mengatakan dia telah bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei sebanyak dua kali. Dia mengatakan kepada CBS bahwa Khamenei tidak mengalami masalah kesehatan yang sedang berlangsung dan masih mampu melakukan pembicaraan selama tujuh jam.









