Anggota DPR Sentil Dirjenpas soal Lapas Cibinong: Kalau Nggak Sanggup Menata, Mundur!
JAKARTA, iNews.id - Masa tunggu jemaah haji di Indonesia kini rata-rata menjadi 14 tahun. Angka tersebut turun signifikan setelah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memvalidasi 5,7 juta data jemaah dan menemukan sekitar 400.000 data invalid.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, temuan tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9/2026).
“Pertama tadi juga presiden menyampaikan bahwasanya langkah Kementerian Haji untuk memperpendek antrean itu beliau dukung penuh dan terus mencari formula,” kata Dahnil.
Dahnil menjelaskan, sejak Kemenhaj dibentuk, antrean haji terlama mencapai 49 tahun. Pemerintah kemudian mencari formula untuk memperpendek masa tunggu tersebut.
“Itu alhamdulillah kemudian tahun lalu kami ubah formulasinya dan kita temukan rata-rata antrean di seluruh Indonesia 26 tahun,” ujarnya.
Namun, menurut Dahnil, Prabowo menilai masa tunggu 26 tahun masih terlalu lama. Kemenhaj kemudian melakukan pembersihan dan validasi 5,7 juta data jemaah haji yang tercatat.
“Tapi, tahun lalu presiden juga menyatakan itu masih lama. Akhirnya Pak Menteri, saya, dan seluruh tim di Kementerian Haji itu membersihkan atau memvalidasi 5,7 juta data jemaah haji yang ada sekarang, dan kami temukan ada 400.000 data invalid,” katanya.
Setelah proses validasi tersebut, Dahnil mengatakan masa tunggu faktual jemaah haji saat ini menjadi rata-rata 14 tahun.
“Nah, setelah kami hitung secara faktual, antrean haji pada tahun ini itu yang berangkat rata-rata menunggu hanya 14 tahun,” tuturnya.
Dahnil menyebut masa tunggu haji secara faktual telah turun dari sebelumnya 49 tahun menjadi 26 tahun, dan kini 14 tahun.
“Jadi antrean faktualnya sekarang 14 tahun. Jadi dari 49, kemudian jadi 26 tahun, sekarang antrean faktual haji itu 14 tahun, sesuai dengan perintah presiden mencari formula dan membereskan data-data yang invalid 400.000-an itu,” pungkasnya.










