Terungkap Pemuda di Ponorogo Nikahi Nenek Ternyata Sopir dan Majikan, 4 Tahun Serumah
PONOROGO, iNews.id – Cinta memang tidak pandang usia. Hal itulah yang dialami Ahmad Suryatna (30) dan Sisri (58), warga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Keduanya resmi mengikat janji sehidup semati.
Pernikahan pemuda dengan nenek yang berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jenangan pada Rabu (28/1/2026) itu pun viral di media sosial.
Benih-benih cinta antara keduanya tumbuh tidak secara instan. Kisah ini bermula saat Ahmad Suryatna bekerja sebagai sopir truk milik Sisri. Diketahui, Sisri merupakan seorang janda yang ditinggal mati suaminya dan telah memiliki dua orang cucu.
Karena sering menghabiskan waktu bersama dalam urusan pekerjaan, Ahmad mengaku jatuh hati pada kepribadian sang majikan. Hubungan profesional tersebut pun berubah menjadi hubungan asmara yang serius.
Meski terpaut usia yang cukup jauh, Ahmad dan Sisri membuktikan bahwa cinta mereka bukan sekadar cinta sesaat.
Bagi Ahmad, usia bukanlah penghalang untuk membangun mahligai rumah tangga. Pria berusia 30 tahun ini memantapkan hati melamar Sisri karena merasa telah menemukan kecocokan yang tidak ia temukan pada wanita lain.
"Saya jatuh cinta karena perilakunya sangat baik dan kami merasa cocok satu sama lain. Itulah yang membuat saya berani melamar dan menikahinya meskipun usia kami terpaut jauh," ujar Ahmad Suryatna., Jumat (30/1/2026).
Sebelum meresmikan pernikahan mereka di mata negara, keduanya ternyata sudah menjalani kehidupan rumah tangga secara siri selama empat tahun.
“Kami sudah empat tahun menikah siri, dan sekarang alhamdulillah sudah sah secara negara di KUA," ungkap Sisri, pengantin wanita yang tampak berseri-seri.
Meski sempat menjadi perbincangan, pernikahan ini berjalan lancar dengan dukungan dari keluarga kedua belah pihak. Layaknya pengantin baru pada umumnya, Ahmad dan Sisri kini fokus menjalani hari-hari sebagai suami istri sah di kediaman sang istri.
Kisah cinta mereka menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa jodoh adalah rahasia tuhan yang bisa datang kapan saja, di mana saja, dan dengan siapa saja tanpa memandang batasan usia.
Kini, pasangan yang tengah berbahagia tersebut tinggal bersama di Desa Nglayang, Kecamatan Jenangan, Ponorogo.










