Dilaporkan atas Dugaan Ijazah S2 dan S3 Palsu, Rismon Sianipar: Akan Saya Laporkan Balik Kalau itu Nggak Terbukti

Dilaporkan atas Dugaan Ijazah S2 dan S3 Palsu, Rismon Sianipar: Akan Saya Laporkan Balik Kalau itu Nggak Terbukti

Nasional | sindonews | Jum'at, 13 Februari 2026 - 21:21
share

Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Rismon Hasiholan Sianipar merespons langkah Ketua Harian YouTuber Nusantara Taufik Bilfaqih yang melaporkannya ke Polda Metro Jaya atas tuduhan dugaan kepemilikan ijazah palsu dari Universitas Yamaguchi, Jepang. Rismon menyampaikan bahwa dirinya menghargai sepenuhnya hak hukum yang dilakukan oleh Taufik Bilfaqih sebagai pelapor yang juga turut didampingi oleh Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu Andi Azwan.

"Saya akan meladeni, cuma ada nanti konsekuensi. Akan saya laporkan balik kalau itu nggak terbukti, ya," ucap Rismon ditemui di depan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (13/2/2026).

Rismon menganggap bahwa laporan ini merupakan distraksi atas serangan totalnya kepada ketiadaan ijazah SMA dari Gibran Rakabuming Raka. "Itu untuk melumpuhkan kekuatan psikologi saya sehingga saya yakin ini orang ya, keyakinan saya orang-orang ini dipakai untuk meningkatkan bargaining mereka supaya saya mundur. Saya tidak akan mundur," ujarnya.

Baca juga: Rismon Sianipar Dilaporkan ke Polda Metro atas Dugaan Ijazah S2 dan S3 Palsu

Oleh karena itu, Rismon menegaskan bahwa dirinya tidak ada kekhawatiran sedikitpun menghadapi laporan tersebut sepanjang laporan itu dilakukan secara benar. "Jangan sampai laporan-laporan mereka terutama ini sudah ke berapa kali nih laporan untuk tim kami, ada ke Pak Roy, ada yang lain. Oleh karena itu ini untuk menurunkan vitalitas kami. Jadi kami tidak akan terdistraksi, kami akan terus menyerang," pungkasnya.

Sebelumnya, Taufik sebagai pihak pelapor menyampaikan bahwa laporan ini berangkat dari analisis penelusurannya secara pribadi terkait dugaannya terhadap Rismon yang menggunakan sertifikat atau ijazah palsu. “Dan saya memang sudah memantau sejak tahun lalu, namun baru saat ini bisa kita laporkan mengingat yang dilakukan oleh terlapor sudah begitu masif ketika kemudian tampil di ruang publik," ujar Taufik.

Dia juga mengklaim telah mendapatkan informasi dari kampus Yamaguchi Jepang bahwa identitas atau ijazah milik Rismon tidak pernah diterbitkan oleh pihak kampus. “Tentu banyak fakta dan bukti-bukti yang nanti akan kita bongkar di saat proses penyidikan lebih jauh, dan saat ini kami bersyukur kepolisian akhirnya menerima laporan kami," tuturnya.

Topik Menarik