Korban Tewas Ledakan Petasan di Ponorogo Bertambah jadi 2 Orang
PONOROGO, iNews.id – Korban tewas akibat ledakan petasan maut di Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, bertambah menjadi dua orang. Ahmad Fatoni (20), yang sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis, dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (5/3/2026) dini hari.
Ahmad Fatoni mengembuskan napas terakhirnya di ruang ICU RSUD dr. Hardjono Ponorogo setelah bertahan selama empat hari pasca-kejadian. Korban diketahui mengalami luka bakar serius di bagian leher dan beberapa bagian tubuh lainnya sejak pertama kali dilarikan ke rumah sakit.
"Korban meninggal dunia pada Kamis dini hari. Sejak awal masuk, kondisinya memang sudah sangat parah dengan luka bakar serius, terutama di bagian leher," kata Humas RSUD dr Hardjono Ponorogo, Sugianto.
Fakta mengejutkan terungkap mengenai penyebab ledakan dahsyat tersebut. Berdasarkan keterangan perangkat desa, insiden bermula ketika para korban sedang berkumpul untuk membuat petasan dan balon udara.
Kejagung Pelajari Laporan Fatia Maulidiyanti, Wanda Hamidah, hingga Eka Annash The Brandals
Nahas, saat tengah meracik bubuk peledak, diduga Ahmad Fatoni menyulut rokok. Percikan api dari rokok tersebut menyambar bahan peledak hingga menimbulkan ledakan hebat yang menghancurkan lokasi kejadian.
"Mereka sedang meracik petasan dan balon udara. Informasinya, ledakan terjadi saat korban Ahmad Fatoni menyulut rokok di dekat bahan-bahan tersebut," ungkap Kepala Desa Morosari, Samsi.
Jenazah Ahmad Fatoni telah diserahkan kepada pihak keluarga dan langsung dimakamkan di Pemakaman Umum Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo, pada Kamis siang. Pihak kepolisian setempat terus mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas berbahaya terkait pembuatan petasan dan balon udara, terutama menjelang Hari Raya.









