Inisiatif Prabowo Jadi Mediator Konflik AS-Iran Didukung Negara Timur Tengah
JAKARTA - Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025–2030 Nusron Wahid menyampaikan langkah Presiden Prabowo Subianto untuk memediasi konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran mendapat sambutan positif dari sejumlah negara di Timur Tengah.
Nusron yang juga menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengatakan dukungan tersebut disampaikan oleh beberapa negara di kawasan Timur Tengah serta negara Islam lainnya.
"Sambil melihat keadaan, tadi disampaikan prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan dengan Iran untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri," kata Nusron Wahid usai acara buka puasa Presiden Prabowo bersama para tokoh ulama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam.
Menurutnya, langkah yang diambil Presiden Prabowo mendapat dukungan dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah maupun negara Islam lainnya, termasuk Pakistan dan Uni Emirat Arab.
"Dan kemudian langkah-langkah yang diambil Pak Presiden itu mendapat dukungan dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain, termasuk dari Pakistan dan juga dari UAE (Uni Emirat Arab)," terangnya.
Meski demikian, Nusron menegaskan bahwa penjelasan lebih lanjut mengenai upaya diplomasi tersebut akan disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono. Ia menyebut hal tersebut merupakan kewenangan Kementerian Luar Negeri.
"Tetapi tentunya ini menjadi wilayahnya Bapak Menteri Luar Negeri yang berhak untuk menjelaskan. Tadi juga dijelaskan upaya Bapak Presiden mendapatkan dukungan dari para pemimpin negara di Timur Tengah lainnya," ujar Nusron.
Nusron menambahkan, Prabowo bersama para pemimpin negara di kawasan Arab yang terdampak konflik berkomitmen mendorong terciptanya perdamaian di kawasan.
"Intinya, Pak Presiden bersama tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan itu menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut-larut, terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya," katanya.
Sebelumnya, inisiatif Prabowo untuk menjadi mediator konflik tersebut juga disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui pernyataan resmi. Dalam pernyataannya, Kemlu menyebut Presiden siap memfasilitasi dialog antara pihak-pihak yang terlibat konflik.
"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif. Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," demikian pernyataan tersebut.










