Pemerintah Ingatkan Daerah Buat Inovasi Terencana dan Berkelanjutan

Pemerintah Ingatkan Daerah Buat Inovasi Terencana dan Berkelanjutan

Nasional | okezone | Senin, 27 April 2026 - 20:24
share

JAKARTA – Inovasi merupakan instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus daya saing daerah. Namun demikian, inovasi tidak dapat dibiarkan berjalan tanpa arah yang jelas.

“Inovasi yang kita lahirkan tidak bisa dibiarkan begitu saja,” ujar Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri Yusharto Huntoyungo, saat Sosialisasi Bimtek Inovasi Daerah Kabupaten Magelang, Senin (27/4/2026).

“Harus ada manajemen inovasi yang dimulai dari perencanaan, kemudian dilaksanakan, dievaluasi, dan dijaga keberlanjutannya,” lanjutnya.

Menurutnya, keberhasilan inovasi daerah sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola siklus inovasi secara utuh. Hal ini mencakup penguatan perencanaan, pelaksanaan yang tepat sasaran, evaluasi berbasis data, hingga keberlanjutan program agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Yusharto juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah (OPD) dalam menciptakan inovasi. Menurutnya, inovasi tidak seharusnya menjadi tanggung jawab satu OPD saja, melainkan hasil sinergi berbagai pihak di lingkungan pemerintah daerah.

“Inovasi yang kita lahirkan itu tidak hanya dari satu OPD saja. Tetapi, diharapkan merupakan kolaborasi dari sekian banyak OPD. Untuk itu, perlu kita lakukan manajemen untuk menjamin keberlanjutan inovasi," ujarnya.

Selain itu, dia juga mendorong pemanfaatan teknologi dan data sebagai fondasi dalam pengembangan inovasi. Digitalisasi dinilai dapat meningkatkan kualitas layanan publik, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah.

Yusharto juga menyinggung pentingnya pemanfaatan data kependudukan yang terintegrasi dengan data sektor lain, seperti kesehatan, guna mendukung kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Dia mencontohkan, ke depan layanan publik akan semakin berbasis pada data individu, termasuk riwayat keluarga, sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat lebih presisi.

 

Yusharto juga memaparkan sejumlah tantangan inovasi di Indonesia, antara lain keterbatasan pendanaan, lemahnya hilirisasi hasil riset, serta belum optimalnya pembudayaan inovasi.

Untuk itu, dirinya mendorong pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Magelang, untuk berperan aktif dalam mengatasi tantangan tersebut.

Salah satunya melalui peran sebagai offtaker bagi hasil penelitian dan invensi dari perguruan tinggi, sehingga dapat ditransformasikan menjadi inovasi yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Magelang punya empat perguruan tinggi yang setidak-tidaknya ini sudah melakukan tridarma perguruan tinggi salah satunya penelitian. Penelitian inilah yang barangkali sudah menjadi invensi yang akan ditransformasikan menjadi inovasi," ungkapnya.

"Contoh forum seperti ini, ini bagian dari inovasi juga ya,  untuk memperbaiki kualitas inovasi yang ada di Kabupaten Magelang," tandasnya.

Topik Menarik