Peristiwa 30 Mei: Runtuhnya Jayakarta hingga PSSI Dibekukan FIFA
JAKARTA – Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah terjadi di berbagai belahan dunia pada 30 Mei. Mulai dari jatuhnya Jayakarta ke tangan VOC hingga sanksi pembekuan yang dijatuhkan FIFA kepada PSSI.
Berikut sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada 30 Mei, dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu (30/5/2026):
1. Jayakarta Jatuh ke Tangan VOC
Pada 30 Mei 1619, Jan Pieterszoon Coen berhasil menaklukkan Jayakarta dan mengganti namanya menjadi Batavia. Tanggal tersebut kemudian dikenal sebagai salah satu tonggak sejarah lahirnya Kota Batavia.
Batavia merupakan nama yang diberikan Belanda untuk pusat koloni dagangnya yang kemudian berkembang menjadi Jakarta, ibu kota Indonesia saat ini.
Kota itu dibangun di atas pelabuhan Jayakarta yang direbut dari kekuasaan Kesultanan Banten. Sebelum dikuasai Banten, wilayah tersebut dikenal dengan nama Kalapa atau Sunda Kalapa dan menjadi salah satu pusat perdagangan penting Kerajaan Sunda.
Dari Batavia, VOC mengendalikan aktivitas perdagangan, kekuatan militer, dan politiknya di Nusantara.
Nama Batavia digunakan sejak sekitar 1621 hingga 1942 sebelum kemudian diganti menjadi Jakarta saat pendudukan Jepang di Hindia Belanda. Sementara istilah “Betawi” tetap digunakan hingga kini sebagai identitas budaya masyarakat Jakarta.
2. Napoleon Bonaparte Diasingkan ke Pulau Elba
Pada 30 Mei 1814, Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte resmi diasingkan ke Pulau Elba setelah mengalami kekalahan dalam peperangan di Eropa.
Napoleon lahir pada 15 Agustus 1769 dan dikenal sebagai salah satu pemimpin militer terbesar dalam sejarah dunia. Ia memimpin Prancis dalam berbagai peperangan besar yang dikenal sebagai Perang Napoleon.
Sebagai Kaisar Prancis, Napoleon menguasai sebagian besar wilayah Eropa kontinental sebelum akhirnya mengalami kekalahan dan dipaksa turun dari takhta.
Meski sempat kembali berkuasa pada 1815 dalam periode yang dikenal sebagai “Seratus Hari”, Napoleon kembali kalah dalam Pertempuran Waterloo dan akhirnya diasingkan ke Pulau Saint Helena hingga wafat pada 1821.
3. FIFA Bekukan PSSI
Pada 30 Mei 2015, FIFA resmi menjatuhkan sanksi pembekuan terhadap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Sanksi itu diberikan setelah terjadinya konflik antara PSSI dan pemerintah Indonesia yang dinilai sebagai bentuk intervensi terhadap organisasi sepak bola nasional.
Akibat pembekuan tersebut, Indonesia tidak dapat mengikuti berbagai agenda resmi FIFA dan AFC, termasuk kompetisi internasional.
PSSI sendiri merupakan organisasi induk sepak bola Indonesia yang berdiri pada 19 April 1930. Organisasi ini didirikan dengan nama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia dan dipimpin pertama kali oleh Soeratin Sosrosoegondo.
PSSI menjadi anggota FIFA dan AFC pada 1952 serta mengelola berbagai kompetisi sepak bola nasional di Indonesia.









