Perempuan di Jombang Diduga Aniaya Adik Kandung hingga Tewas, Polisi Bongkar Makam

Perempuan di Jombang Diduga Aniaya Adik Kandung hingga Tewas, Polisi Bongkar Makam

Nasional | inews | Senin, 15 Juni 2026 - 09:26
share

JOMBANG, iNews.id - Seorang perempuan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diduga tega menganiaya adik kandung hingga tewas. Motif penganiayaan diduga hanya karena korban menghabiskan bumbu pecel kesukaan pelaku.

Korban bernama Khoiriyah (47) warga Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Doa ditemukan meninggal dunia dengan luka memar di sekujur tubuhnya.

Peristiwa ini terbongkar setelah warga curiga dengan kondisi korban. Awalnya, korban disebut meninggal karena terjatuh di kamar mandi. Namun, polisi yang menerima laporan warga kemudian turun tangan menyelidikinya. Makam korban pun dibongkar kembali untuk dilakukan autopsi.

Kapolsek Peterongan AKP Solihin Budi mengatakan, pembongkaran makam dilakukan karena korban diduga meninggal akibat penganiayaan.

"Kami adakan pembongkaran makam almarhumah Khoiriyah yang diduga korban penganiayaan," ujarnya, Senin (15/6/2026)

AKP Solihin menjelaskan, korban selama ini tinggal bersama kakaknya, Sulastri, di sebuah rumah kos di Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Saat kejadian pada Jumat lalu, Sulastri meminta bantuan warga untuk mengangkat tubuh korban yang tergeletak di kamar mandi.

Warga yang masuk ke lokasi terkejut melihat kondisi korban. Korban ditemukan dalam keadaan tanpa busana dan terdapat luka memar di sekujur tubuh.

Kepada warga, Sulastri menyebut adiknya terjatuh di kamar mandi. Namun, warga curiga dengan kondisi tubuh korban lalu diam-diam melapor ke polisi.

Saat jenazah korban akan dibawa ke RSUD Jombang untuk diautopsi, pihak keluarga sempat menolak. Atas permintaan keluarga, jenazah korban kemudian dibawa ke desa asalnya di Peterongan dan langsung dimakamkan.

"Awalnya dikatakan korban meninggal jatuh dari kamar mandi dan warga langsung memakamkan jenazah," katanya.

Polisi kemudian membongkar kembali makam korban dengan bantuan dokter forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri. Pembongkaran makam dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban.

Autopsi juga dilakukan untuk melengkapi barang bukti dalam proses penyelidikan. Polisi mendalami dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Setelah penyelidikan, polisi menangkap Sulastri di rumah asalnya di Desa Peterongan. Pelaku kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Jombang.

Seorang tetangga kos membenarkan korban diduga dianiaya kakaknya. Dia menyebut korban tinggal bersama kakaknya di rumah kos tersebut.

"Kondisi korban lebam-lebam semua. Korban tinggal sama kakaknya, perempuan semua," ujar tetangga korban yang enggan namanya disebutkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penganiayaan diduga dipicu persoalan bumbu pecel. Korban disebut menghabiskan bumbu pecel milik kakaknya hingga membuat pelaku kesal.

Pelaku kemudian diduga memukuli korban. Bahkan saat korban hendak kabur, pelaku diduga menyeret korban kembali ke kamar kos dan memukulinya lagi.

Korban akhirnya meninggal dunia dengan luka memar di sekujur tubuh. Polisi masih mendalami kronologi lengkap dan motif pasti dalam kasus tersebut.

Topik Menarik