Viral Garasi di Atas Trotoar Jalan Ambon Bandung, Satpol PP Langsung Bongkar

Viral Garasi di Atas Trotoar Jalan Ambon Bandung, Satpol PP Langsung Bongkar

Nasional | inews | Senin, 15 Juni 2026 - 10:05
share

BANDUNG, iNews.id - Video bangunan di atas trotoar Jalan Ambon, Kelurahan Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, viral di media sosial. Bangunan tersebut diduga mengalihfungsikan trotoar yang seharusnya digunakan pejalan kaki menjadi garasi untuk parkir kendaraan.

Bangunan bercat putih itu dinilai menutup fasilitas umum sekaligus mengganggu saluran air di kawasan tersebut. Setelah laporan warga dan video viral menyebar, Pemerintah Kota Bandung melalui Satpol PP turun tangan. Petugas kemudian menertibkan bangunan yang berdiri di atas trotoar tersebut.

Pembongkaran dilakukan Satpol PP Kota Bandung pada Minggu (14/6/2026). Penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai fasilitas bagi pejalan kaki.

Petugas membongkar bangunan yang selama ini berada di jalur pedestrian. Langkah tersebut diambil setelah keberadaan bangunan menuai perhatian publik dan dinilai tidak sesuai peruntukan fasilitas umum.

Ketua RW 06 Kelurahan Citarum sekaligus pemilik bangunan, Anne Rahadi, kemudian memberikan klarifikasi terkait keberadaan garasi tersebut. Dia membantah bangunan tersebut merupakan garasi pribadi.

Anne menyebut bangunan itu digunakan sebagai tempat penyimpanan kendaraan roda tiga pengangkut sampah atau triseda. Menurutnya, fasilitas tersebut dibangun untuk kebutuhan lingkungan.

"Dikira itu memang kita pakai untuk garasi mobil pribadi. Sebetulnya, itu tempat kandangnya motor sampah roda tiga. Saya buat dengan dana swadaya dari warga," kata Anne dikutip Minggu (14/6/2026).

Anne menjelaskan, bangunan tersebut sudah berdiri sebelum proyek pembangunan trotoar dilakukan di kawasan tersebut. Dia menyebut lokasi bangunan sebelumnya merupakan bekas pos lama yang terbengkalai.

"Saya membangun itu bukan di atas trotoar. Tadinya itu bukan trotoar, itu dulu pos zaman enggak tahu tahun berapa saya belum jadi ketua RT, belum jadi ketua RW," ujarnya.

Anne mengaku berinisiatif membangun tempat penyimpanan triseda karena pernah terjadi kehilangan dan kerusakan fasilitas bantuan pemerintah. Pembangunan dilakukan menggunakan dana swadaya warga setelah berkoordinasi dengan pihak kelurahan.

Menurut Anne, trotoar di kawasan tersebut baru dibangun pada Agustus tahun lalu saat penataan Jalan Lombok dilakukan. Ketika proyek dikerjakan, jalur trotoar dibuat hingga area bangunan yang sebelumnya telah ada.

Dia juga membantah bangunan tersebut dipakai untuk menyimpan kendaraan pribadi secara tetap. Anne mengakui mobil miliknya sempat diparkir di lokasi itu, tetapi hanya dalam kondisi tertentu.

Saat itu, rumah dan kafe milik anaknya di Jalan Lombok sedang dipenuhi tamu. Sementara kendaraan roda tiga pengangkut sampah sedang digunakan petugas kebersihan.

Anne mengaku kecewa atas pembongkaran yang dilakukan. Menurutnya, pemerintah seharusnya menyiapkan solusi terlebih dahulu untuk penempatan triseda sebelum bangunan tersebut dibongkar.

Dia menegaskan, bangunan itu bukan dibangun untuk kepentingan pribadi. Anne menyebut fasilitas tersebut dibuat berdasarkan kebutuhan lingkungan dan kesepakatan warga.

Terkait polemik yang berkembang, Anne mengaku telah mendatangi kantor kelurahan. Dia ingin mengetahui tindak lanjut pemerintah setelah bangunan tersebut viral. Berdasarkan informasi yang diterimanya, bangunan tersebut diminta dibongkar setelah adanya teguran dari Wali Kota Bandung. Dia berharap bisa bertemu langsung dengan Wali Kota Bandung untuk menjelaskan kronologi dan tujuan pembangunan bangunan tersebut.

"Saya bilang, Bu tolonglah saya ingin ketemu Pak Wali Kota. Kalau bisa. Saya ingin jelaskan," ucap Anne.

Dia juga mengaku siap bertanggung jawab atas polemik tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.Menurutnya, tidak ada niat menggunakan fasilitas lingkungan untuk kepentingan pribadi. Dia menyebut pembangunan tempat penyimpanan triseda itu semata-mata untuk mendukung pelayanan kebersihan di lingkungan warga.

"Saya juga minta maaf sekali. Itu memang kesalahan saya. Saya salah. Tapi saya minta maaf. Tujuan saya tidak ada saya memanfaatkan bagaimana. Tidak. Saya hanya ingin pelayanan," katanya.

Topik Menarik